JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Menengok Kiprah Serka Suripan, Babinsa Peleman Sragen Yang Mendadak Jadi Perbincangan Warga. Rela Membaur Bahu-Membahu Bangun Talud Desa, Warga Berharap Bisa Jadi Contoh di Masyarakat!

Serka Suripan saat ikut berpanas-panasan membantu pembangunan talud di Desa Peleman, Gemolong, Rabu (24/6/2020). Foto/Wardoyo
Serka Suripan saat ikut berpanas-panasan membantu pembangunan talud di Desa Peleman, Gemolong, Rabu (24/6/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Keberadaan dan peran aparat TNI di tengah masyarakat, makin dirasakan. Melalui kehadiran bintara pembina desa (Babinsa), kini TNI kian banyak berkiprah dalam berbagai aspek di pedesaan.

Seperti ditunjukkan Serka Suripan, Babinsa Desa Peleman, Kecamatan Gemolong, Sragen ini.

Ia rela membaur bersama warga untuk menuntaskan pembangunan talud di salah satu dukuh di Desa Peleman, Rabu (24/6/2020).

Proyek talud di Dukuh Tunggul itu, dibangun dari dana desa untuk antisipasi dan pencegahan longsor di wilayah tersebut.

Tanpa canggung, Serka Suripan ikut bekerja membantu warga untuk bahu membahu mengerjakan proyek talud yang dibiayai dengan DD senilai Rp 55,7 juta itu.

“Senang bisa membaur ikut karya bakti bersama warga membangun talud ini. Ini memang sudah tugas dan kewajiban kami untuk berkontribusi terhadap kemajuan desa di wilayah binaan kami. Dengan begini makin mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , di sela kegiatan.

Baca Juga :  Diduga Langgar Kode Etik, 5 Anggota Bawaslu Sragen Bakal Disidang DKPP Besok Pagi. Disebut Terkait Rekrutmen Panwascam!

Danramil 15/Gemolong, Kapten cba Suwanto mengapresiasi kinerja Babinsanya di Peleman itu.

Ia mengatakan bahwa kemananggulan TNI dan rakyat harus diwujudkan melalui kegiatan-kegiatan yang memiliki manfaat bagi warga masyarakat.

Ia mengajak semua menggelorakan nilai-nilai pancasila melalui kegiatan gotong royong.

Hal itu merupakan salah satu bagian dari pembinaan teritorial yang bertujuan untuk membangun soliditas yang kokoh antara sesama prajurit TNI dengan pemerintah desa dan komponen masyarakat lainya.

“Sehingga diharapkan kemanunggalan TNI dengan rakyat yang selama ini terbina dengan baik akan bertambah lebih baik,” terangnya.

Foto/Wardoyo

Ketua Tim PBJ (pengadaan barang dan jasa) Desa Peleman, Tri Iswandono mengungkapkan proyek talud di Dukuh Tunggul RT 19 itu dibangun dengan anggaran dari Dana Desa di bidang fisik infrastruktur.

Pembangunan talud jalan pada sisi-sisi  sebelah jalan yang memiliki ketinggian lebih dari sekitar itu bertujuan untuk meminimalisir terjadinya longsor pada jalan yang sudah dilaksanakan pembangunan rabat jalan beton.

Baca Juga :  Pecah Rekor Baru Covid-19 Sragen, Hari Ini 47 Warga Positif Berhasil Sembuh dan Dipulangkan. Total Sudah 349 Pasien Covid-19 Sembuh, 62 Meninggal Dunia

“Selama ini di wilayah kami memang belum pernah terjadi longsor. Namun akan lebih baik mencegah daripada mengobati. Pembangunan talud ini juga sudah direncanakan sebelumnya,” ujarnya.

Sementara, Pendamping Lokal Desa (PLD) Peleman, Erythria Nurhayati menyampaikan pembangunan Talud dengan panjang 109 Meter di mulai minggu ke-3 bulan Juni.

Proses pembangunannya diharapkan minggu-1 bulan Juli sudah bisa selesai.Pembangunan talud itu secara rinci menghabiskan anggaran Rp 55.778.000,-.

Kehadiran Serka Suripan yang bersemangat membantu warga itu, tak pelak menuai apresiasi tinggi di kalangan warga. Mereka mengaku salut atas kepedulian dan kegigihan Serka Suripan dalam ikut kegiatan di desa.

Salah satu warga, Aris Setiawan mengucapkan terima kasih kepada Serka Suripan sebagai Babinsa Desa Peleman atas semangat kegotong royongan dan disiplinnya yang selalu hadir ditengah-tengah masyarakat.

“Semoga ini bisa menjadi contoh masyakat Desa Peleman,” tuturnya. Wardoyo