JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Semarang

Pandemi Covid-19, Angka Kehamilan di Kabupaten Semarang Melonjak

Bupati Kabupaten Semarang, Mundjirin saat melepas pendistribusian paket bantuan sembako di aula Kantor Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Sabtu (25/4/2020) lalu. Istimewa
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Menghadapi pandemi corona virus disease 2019 (covid-19), Pemerintah Kabupaten Semarang telah menggulirkan berbagai cara untuk mencegah penyebaran virus yang mematikan ini. Di luar dugaan, selama pandemi covid-19, angka kehamilan di wilayah Kabupaten Semarang dikabarkan mengalami lonjakan.

Bahkan, lonjakannya diperkirakan telah mengalami peningkatan hingga 15 persen. Salah satu penyebabnya dikarenakan para kaum ibu-ibu di Kabupaten Semarang telah mengalami kesulitan untuk mendapat kontrasepsi karena pandemi covid-19.

Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Semarang, Romlah, kepada wartawan menyampaikan, dalam kurun waktu satu tahun pada tahun 2019, jumlah kelahiran di Kabupaten Semarang sekitar 15.000 kelahiran. Sedangkan untuk tahun ini hingga bulan Juni 2020, jumlah angka kelahiran telah mencapai 7.500 kelahiran.

Baca Juga :  Bapak Tidak Beriman, Tega Setubuhi dan Ancam Bunuh Anak Tiri

“Di tahun ini, hingga bulan Juni, kan baru semester pertama jumlahnya sudah mencapai 7.500 kelahiran. Jadi telah mengalami kenaikan hingga 15 persen,” terang dia, Senin (29/6/2020).

Pada bagian lain, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Semarang Bintang Narsasi menambahkan, pihaknya bersama seluruh kadernya akan melakukan sosialisasi untuk penggalakan KB.

“Sekarang akan kita intensifkan kembali sosialisasi KB,” imbuh dia.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Semarang, Mundjirin, menyampaikan, layanan KB sempat terhenti karena akseptor tidak mendapatkan layanan selama masa pandemi covid-19. Menurut dia, kenaikan angka kehamilan tersebut dikarenakan ada beberapa layanan KB yang pemasangannya membutuhkan bantuan petugas.

Baca Juga :  4 Orang dalam 1 Keluarga di Magelang Positif Terjangkit Covid-19

“Jika untuk KB jenis pil atau kondom bisa dilakukan secara mandiri. Namun, jika spiral, susuk, dan suntik itu harus dilakukan oleh petugas,” urai Bupati Semarang.

Lebih detail, Mundjirin menyampaikan, petugas akan mengintensifkan pelayanan KB ke masyarakat setelah pandemi covid-19 berakhir. Salah satunya dengan menggalakkan sosialisasi layanan mobil keliling yang dibeli seharga Rp 1 miliar.

“Dengan mobil ini, akan menjangkau daerah terpencil. Antusias atau minat keikutsertaan KB sebenarnya cukup baik, tapi karena ada pandemi jadi sempat berkurang. Tapi saat ini belum ada pendataan karena layanan baru dimulai,” imbuh dia. Satria Utama