SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Usulan Pusat Unggulan Ipteks Perguruan Tinggi (PUI-PT) ISI Surakarta berhasil lolos dalam seleksi bersama dengan 15 PUI dari perguruan tinggi lainnya se-Indonesia.
Ketua Pusat Penelitian LP2MP3M ISI Surakarta, Satriana Didik Isnanta, M.Sn dalam rilisnya menjelaskan, dua bidang ilmu yang diusulkan adalah choreography dan artistic research.
“Ini adalah prestasi yang membanggakan,” jelas Satriana, sebagaimana dikutip dalam rilisnya ke Joglosemarnews.
Dikatakan Satriana, raihan prestasi tersebut, juga mencatat, PUI-PT CARE ISI Surakarta menjadi satu-satunya PUI-PT dari perguruan tinggi seni di Indonesia yang lolos dan didanai Kemendikbud tahun 2020.
PUI-PT diharapkan dapat menjadi sentra pengembangan Ipteks di Indonesia serta melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
Untuk itulah, jelas Satriana, lewat Lembaga Penelitian Pengabdian Kepada Masyarakat, Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP2MP3M), ISI Surakarta mempersiapakan dua ajuan tersebut.
Dua ajuan tersebut adalah PUI-PT Choreographyc and Artistic Research (CARE) dan PUI-PT Seni untuk Kesetaraan dan Pemberdayaan Masyarakat (SETARA).
Sabtu (11/7/2020) kemarin, telah dilakukan presentasi kedua ajuan tersebut secara daring. Materinya menyangkut seputar visi, misi, struktur kelembagaan, roadmap, asesment kelembagaan, rencana kegiatan dan kinerja tahun 2019 dari PUI tersebut.
Menurut Satriana, kelembagaan PUI-PT CARE ISI Surakarta semakin kuat sehingga bisa maksimal dan menjadi pusat unggulan koreografik dan artistik riset di Indonesia maupun internasional.
“Semoga ke depan akan banyak lagi muncul pusat unggulan Ipteks lainnya dari ISI Surakarta,” ujarnya.
Menurut Satriana, setelah penandatangan kontrak, program kegiatan PUI CARE ISI Surakarta sudah menunggu. Yakni berupa workshop, mencipta seni berbasis identitas masyarakat, festival, penelitian riset, seminar serta diseminasi atau branding yang paling utama.
“Sehingga hibah yang didapat akan lebih meningkatkan kinerja dari PUI PT CARE ISI Surakarta ke depannya,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua PUI-PT CARE, Dr Eko Supriyanto, S.Sn, M.F.A menjelaskan, kedua bidang ilmu tersebut hendak mewujudkan visi PUI_PT Choreographyc and Artistic Research menjadi pusat unggulan Ipteks yang mendukung perkembangan keilmuan.
“Serta, tentu saja menjadi rujukan segala kegiatan koreograpik dan riset artistik untuk pemebrdayaan ekosistem kawasan masyarakat,” bebernya. suhamdani
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














