
SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM โ Kebakaran hebat yang melanda gudang milik pabrik tekstil PT Bintang Asahi Tekstil Industri (BATI) Sragen di Desa Purwosuman, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, Kamis (16/7/2020) malam sempat memicu kemacetan.
Jalan Raya Solo-Sragen terutama di ruas depan pabrik tekstil itu sempat mengalami kemacetan hampir satu jam lebih.
Banyaknya mobil pemadam yang keluar masuk pabrik serta kerumunan warga yang berada di sekitar jalan, membuat arus kendaraan sempat tersendat.
โYa tadi sempat macet lumayan lama. Karena lokasi pabrik memang dekat jalan raya Solo-Sragen. Tadi banyak petugas polisi yang terpaksa turun mengatur arus kendaraan, baru agak bisa lancar,โ ujar Yanto, salah satu warga yang berada di lokasi kejadian.
Pantauan di lokasi, selain pemandangan petugas yang berjibaku memadamkan api, di lokasi pabrik juga terlibat sebagian karyawan berusaha mati-matian menyelamatkan barang tersisa.
Petugas juga berupaya melokalisir api agar tidak merembet ke bangunan lain serta ke pabrik sekitar.
Sebanyak 10 mobil pemadam kebakaran dari berbagai wilayah di eks Karesidenan Surakarta dikerahkan untuk menjinakkan kobaran api yang melahap bangunan gudang sejak pukul 20.00 WIB.
Kapolsek Sidoharjo AKP Agung Ari Purnowo yang berada di lokasi, mengatakan saat kebakaran terjadi, lokasi gudang tidak ada petugas atau karyawannya.
Namun di bagian lain, para buruh dan karyawan ada yang bekerja. Sehingga melihat ada gudang terbakar hebat, ratusan buruh langsung berhamburan menyelamatkan diri.
Pihaknya mengaku masih menyelediki terkait penyebab pasti kebakaran. Hingga kini kerugian dan kerusakan belum bisa diprediksi karena fokus utama masih pada pemadaman.
Dari catatannya, setidaknya ada sekitar 10 mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan ke lokasi kejadian. Hingga pukul 22.30 WIB, petugas masih berjibaku memadamkan titik api dan mencegah agar tidak sampai merembet ke lokasi lain.
โPenyebab kebakaran masih kita selidiki. Posisi pabrik sedang beroperasi. Laporannya memang api tiba-tiba menyala dari bagian belakang. Kalau di gudang yang terbakar tidak ada kegiatan, tapi di sebelahnya bagian lain beroperasi dan buruhnya langsung berlarian. Mobil Damkarnya banyak, sekitar 10 unit karena keluar masuk terus,โ urainya. Wardoyo