JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Nekat Buka Lapak di Warung Kopi, Penjual Togel di Kebumen Diringkus

Ilustrasi Petugas Kepolisian menunjukan barang bukti ramalan judi togel yang menjadi barang bukti atas penangkapan tersangka penjual judi togel. Istimewa
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

KEBUMEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Judi kupon putih yang lebih di kenal dengan judi toto gelap atau togel, merupakan suatu tindakan yang melanggar norma hukum dan agama.

Persebaran judi togel kini semakin marak dalam kehidupan masyarakat, bahkan keberadaannya sudah merambah ke Kabupaten Kebumen. Jajaran Polres Kebumen bekerja keras memberantas peredaran judi togel di wilayah hukumnya.

Entah setan apa yang berada di PN (62) warga Kecamatan Gombong ditangkap jajaran Sat Reskrim Polres Kebumen. PN yang telah memasuki usia senja ini dirangkap polisi karena nekat menjual kupon togel di sebuah warung kopi di Desa Jatinegara Sempor belum lama ini.

Baca Juga :  Polda Jateng Turun Tangan Buru Pelaku Perampokan Toko Emas di Blora

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan, mengungkapkan, tersangka ditangkap setelah pihaknya mendapatkan laporan dari warga masyarakat, yang mengaku resah dengan aktivitas tersangka menjajakan kupon Togel.

“Tersangka ditangkap pada hari Sabtu, tanggal 27 Juni 2020 pukul 16.00 Wib berdasarkan laporan warga masyarakat,” jelas AKBP Rudy saat press release, Senin (6/7/2020) seperti dilansir laman Tribata Polda Jateng.

Baca Juga :  Gus Yasin : Momentum Idul Adha Menumbuhkan Solidaritas Masyarakat saat Pandemi Covid-19

Diungkapkan AKBP Rudy lebih lanjut, lapak tempatnya menjajakan kupon Togel Cukup ramai. Karena tersangka memiliki alat rumus Togel yang bisa digunakan siapa saja yang datang ke lapaknya. Dari penangkapan itu, Polres Kebumen mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang tunai, beberapa lembar kertas bukti pembelian, serta dua lembar alat rumusan.

“Akibat perbuatannya kini tersangka dijerat dengan Pasal 303 KUH Pidana tentang perjudian dengan ancaman kurungan penjara paling lama 10 tahun,” imbuh AKBP Rudy. Satria Utama