JOGLOSEMARNEWS.COM Wisata Kuliner

Ramai Jadi Meme Jajanan Tak Islami, Klepon Ternyata Sudah Go Internasional, Ini Buktinya

Ilustrasi klepon.

JOGLOSEMARNEWS.COM Penganan khas Indonesia, klepon, sempat menjadi bahan perbincangan karena dijadikan meme di media sosial sebagai jajanan tidak islami.

Tapi siapa sangka jika penganan yang khas berbentuk bulat berwarna hijau dengan parutan kelapa dan isian gula merah ini ternyata sudah banyak dibawa ke luar negeri.

Berikut ini bukti jika klepon sudah go internasional, seperti dikutip dari Liputan6.com:

1. Resepnya Dipelajari Food Blogger Australia

Saat perayaan Hari Kemerdekaan Ke-74 Indonesia pada tahun 2019 di Sydney, Australia, sebuah restoran setempat bernama P’Nut Street Noodles turut memeriahkan dengan menggelar promosi kuliner khas Indonesia.

Selama dua pekan, yakni mulai dari tanggal 17 sampai dengan 31 Agustus 2019, restoran ini menyajikan aneka menu khas Indonesia, seperti nasi goreng, mi goreng, kwetiau goreng, ayam goreng, dan gado-gado.

Untuk mempromosikan pekan kuliner Indonesia ini, KJRI Sydney dan Indonesia Trade Promotion Centre (ITPC) Sydney bekerja sama dengan P’Nut Street Noodles telah menyelenggarakan acara Indonesian Independence Day Blogger Event pada 18 Agustus 2019.

Acara ini dihadiri oleh tidak kurang dari 15 orang food blogger dan pengusaha diaspora Indonesia distributor produk makanan dan minuman Indonesia di Sydney.

Di acara ini, para food blogger menyaksikan demo masak nasi goreng oleh Chef Nut dari P’Nut Street Noodles dan kue klepon yang diperagakan oleh Chef Harjo dari Restoran Medan Ciak di Sydney.

2. Dicicipi Warga Jepang

Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Jepang didukung oleh Rumah Budaya Indonesia (RBI) KBRI Tokyo menggelar sebuah event bertajuk “Indonesia Culinary Festival” di 17 lokasi dengan 8 jam durasi waktu pelaksanaan dan menyajikan 45 menu tradisional khas Indonesia pada tahun 2016.

Baca Juga :  Mengenal Green Yard Resto Jenawi, Ikon Wisata dan Kuliner Baru di Karanganyar. Padukan Kelezatan Menu dan Keindahan Lanskap Bukit Lawu Serta Candi Cetho

Pagelaran akbar ini secara resmi dibuka oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang dengan pemukulan gong sebanyak 17 kali yang secara langsung disaksikan seluruh peserta di 17 lokasi berbeda.

Acara kuliner disajikan dalam event itu berupa demo memasak atau cooking class yang dilakukan pelajar dan masyarakat Indonesia, yang juga secara aktif mengajak masyarakat Jepang untuk mencoba membuat hidangan tradisional Indonesia.

Berbagai hidangan khas mulai dari nasi goreng dan nasi kuning lengkap dengan lauknya, pempek Palembang, tekwan, soto ayam, batagor, bakmi Jawa, sate, dan ayam bakar.

Selain itu juga aneka hidangan ringan seperti bubur sumsum, es teler, risoles, es cendol, dadar gulung, dan tentunya klepon. Makanan ini diperkenalkan sebagai hidangan penutup dan menjadi penyejuk di suasana musim panas di Negeri Sakura.

3. Cita Rasanya Sampai di Boston, AS

Pada 28 September 2018, digelar acara Festival New England Indonesia di Copley Square, Boston, Amerika Serikat. Acara ini merupakan festival budaya otentik yang spektakuler, yang di antaranya memperkenalkan sajian dan pertunjukan asli Indonesia.

Ini adalah festival tahunan ketujuh yang diselenggarakan Komunitas Indonesia New England, Inc., atau ICONE, dan Persatuan Mahasiswa Indonesia Seluruh Amerika Serikat (PERMIAS Massachusetts) yang dikelola mahasiswa.

Dengan tema “Pasar Tradisional”, vendor Indonesia menyajikan makanan tradisional seperti rendang, sate, bakso dan siomay.

Baca Juga :  Mengenal Green Yard Resto Jenawi, Ikon Wisata dan Kuliner Baru di Karanganyar. Padukan Kelezatan Menu dan Keindahan Lanskap Bukit Lawu Serta Candi Cetho

Tak ketinggalan, klepon yaitu bola kue beras yang dilapisi parutan kelapa adalah makanan penutup yang populer.

“Makanan ini sangat otentik dalam banyak hal dengan rasa dan budaya kuliner Indonesia,” kata kata orang lokal.

4. Pelajar Vietnam Belajar Membuat Klepon

KBRI Hanoi perkenalkan kue khas Indonesia, yakni klepon, kepada para pelajar dan mahasiswa Vietnam di Pusat Promosi Budaya Umah Indo pada 10 Juni 2020.

Klepon diperkenalkan sebagai kue tradisional yang terbuat dari tepung ketan, diisi dengan gula aren cair dan ditaburi kelapa parut.

Para peserta diajari mengenai bahan-bahan dan bagaimana cara membuatnya. Tentu saja para peserta berkesempatan untuk mencicipi makanan tersebut.

Acara ini diikuti oleh para pelajar Vietnam dan bahkan pelajar asing dari beberapa universitas di Hanoi, seperti Akademi Wanita Vietnam, Universitas Ekonomi Nasional, Sekolah Internasional, dan Universitas Nasional Vietnam.

5. Klepon Sudah Sampai Afrika Selatan

Selain tarian khas bali, ada makanan khas Indonesia yang ditampilkan di Festival ASEAN 2019 di Pretoria, Afrika Selatan pada 29 Juni 2019.

Festival yang diadakan di Brooklyn Mall, Pretoria dari 27 hingga 29 Juni 2019 itu bertujuan untuk memperkenalkan makanan, budaya, pariwisata, hingga produk asli negara peserta.

Untuk demonstrasi memasak, Indonesia ditampilkan dua jenis tradisional Indonesia yaitu Martabak dan Kue Klepon. Pengunjung diajak menyimak saat chef Indonesia menunjukkan cara membuat makanan ringan ini.

Penonton menunjukkan antusiasme mereka ketika akhirnya memiliki kesempatan untuk mencicipi makanan sesudahnya, karena makanan ini jarang ditemukan di Afrika Selatan.