JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Sebelum Tabrakkan Diri ke Kereta Api, Pemuda asal Sukodono Sragen Disebut Pergi Tanpa Pamit. Polisi Ungkap Hasil Keterangan Keluarga

Tim PMI Sragen, BPBD dan Polsek saat mengevakuasi jasad korban. Foto/Wardoyo
Tim PMI Sragen, BPBD dan Polsek saat mengevakuasi jasad korban. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Misteri aksi bunuh diri pria bernama Budi Anang Budiawan (33) yang ditemukan tewas  di lintasan kereta api wilayah Wonowongso, Gambiran, Sine, Sragen, Sabtu (25/7/2020) pagi, akhirnya terungkap.

Pemuda asal Dukuh Pohjaring RT 01, Desa Newung, Kecamatan Sukodono, Sragen itu sempat menunjukkan keganjilan sebelum akhirnya nekat melakukan aksi bunuh diri menabrakkan ke Kereta Api Sri Tanjung.

Dari keterangan pihak kepolisian, korban diketahui pergi dari rumah pada pagi hari sebelum kejadian. Korban mengendarai sepeda motor tanpa pamit kepada keluarga.

“Jadi korban pergi pagi hari dari rumah dan tidak ada keluarga yang dipamiti,” papar Kapolsek Sragen, AKP Mashadi kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Sabtu (26/7/2020).

Mashadi menguraikan dari keterangan keluarga, korban memang memiliki riwayat gangguan kejiwaan. Yang bersangkutan juga dilaporkan belum lama keluar dari perawatan di rumah sakit jiwa (RSJ) Solo.

Rasa depresi yang dideritanya, diduga kuat akhirnya memicu korban nekat mengambil jalan pintas mengakhiri hidupnya di lintasan kereta api.

“Kalau soal pemicu awalnya depresinya karena apa, kami tidak tahu. Keterangan dari keluarga hanya sebatas bahwa yang bersangkutan memang memiliki riwayat gangguan kejiwaan,” tukasnya.

Jasad pria malang itu sebelumnya ditemukan dalam kondisi hancur dengan bagian tubuh tercecer di atas rel kereta api sekitar pukul 08.30 WIB.

Korban diketahui sempat tertabrak dan kemudian terseret hampir 20 meter.
Dugaan sementara, pria malang itu diduga kuat nekat mengakhiri hidupnya dengan menabrakkan diri ke kereta api yang melintas.

Baca Juga :  Tambah 6 Positif dan 1 Sembuh, Berikut Daftar Lengkap Pasien Positif Covid-19 Sragen Hari Ini. Ada 3 Orang dari Gemolong dan 2 dari Masaran!

Kereta api yang melintas saat sebelum kejadian adalah Kereta Api (KA) Sri Tanjung dengan nomor loko CC2017804 jurusan Yogyakarta-Banyuwangi.

Setelah melintas, warga lantas dikejutkan dengan pemandangan sesosok tubuh teronggok di atas rel. Tak ayal, warga langsung berhamburan datang ke lokasi dan melapor ke polisi.

“Sekitar jam 08.30 WIB tadi. Nggak tahu kejadian pasnya. Tahu-tahu tadi habis kereta lewat itu terus ramai-ramai warga berlarian karena ada mayat tertabrak kereta. Waktu tadi mendekat, kondisinya ngeri Mas. Tubuhnya sudah nggak utuh, banyak yang kececer,” ujar Yanto, salah satu warga Gambiran, di lokasi kejadian.

Dari pantauan di lokasi, mayat pria itu dalam kondisi sangat mengenaskan. Kedua tangan dan kakinya terlepas, bagian kepalanya sudah tak utuh dan beberapa organnya remuk berceceran.

Pun dengan beberapa bagian tubuhnya juga sudah tak utuh. Sebelum dievakuasi petugas PMI, BPBD dan Polisi, jasad korban sempat ditutupi dengan daun pisang oleh warga.

Salah satu warga Wonowongso, Sine, Sragen, Bowo yang mengaku sempat menyaksikan korban sebelum ditemukan tewas.

Warga yang tinggal di dekat perlintasan dan lokasi kejadian itu, menuturkan pagi itu sekitar 08.30 WIB dirinya sedang memangkas kayu di dekat rumahnya berjarak beberapa meter dari lokasi.

Baca Juga :  Alamat Bakal Paslon Yuni-Suroto Sempat Salah Tulis, Begitu Diserahkan Langsung Diperbaiki. KPU Sragen Nyatakan Semua Sudah Memenuhi Syarat, Tinggal Tunggu Penetapan!

Saat itu, ia sempat dikejutkan dengan teriakan petugas penjaga perlintasan KA Gambiran.

Seketika ia kemudian berusaha menengok ke arah lintasan. Saat itu ia melihat sesosok pria yang tak lain adalah korban, tengah berjalan dari utara rel menuju ke tengah lintasan.

Padahal saat itu, kereta api sudah terlihat melaju dari arah barat dalam jarak sangat dekat.

“Setelah sampai di rel, malah menghadap ke arah kereta dan merentangkan kedua tangannya. Setelah itu langsung tertabrak. Sempat keseret 20 meter dan kondisi mayatnya mengenaskan,” paparnya.

Sebelum kejadian, korban sempat terlihat mengendarai motor Honda Blade. Honda Blade bernopol AD 6513 MY itu diparkir di utara rel tak jauh dari lokasi korban ditemukan.

Sepeda motor warna kombinasi hitam dan oranye itu ditemukan lengkap berikut helm warga hitam yang diduga milik korban.

Petugas juga mengamankan sebuah Handphone merek Lenovo milik korban. Temuan-temuan itulah yang menguatkan indikasi pria tak dikenal itu diduga kuat sengaja mengakhiri hidupnya dengan menabrakkan diri ke kereta api.

“Orang itu sebelumnya berjalan dari utara rel karena motornya ditaruh di utara. Lalu berjalan ke tengah dan berhenti di rel saat kereta sudah dekat,” imbuh Yanto, salah satu warga di sekitar lokasi. Wardoyo