JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Tak Kuat Dipecat dari Kerjaan, Pelayan Warung Soto asal Sragen Nekat Gantung Diri. Ternyata Jadi Tulang Punggung Keluarga

Tim Inafis Polres Sragen saat melakukan identifikasi jasad korbam gantung diri Ringinanom. Foto,/Wardoyo
Tim Inafis Polres Sragen saat melakukan identifikasi jasad korbam gantung diri Ringinanom. Foto,/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Nasib tragis dialami Catur Edy Nugroho (18). Remaja asal Kampung Ringinanom RT 5/18, Kelurahan Sragen Kulon, Sragen itu ditemukan tewas gantung diri di rumahnya.

Tekanan psikis usai dipecat dari kerjaan, diduga membuat korban nekat memilih mengakhiri hidupnya.

Data yang dihimpun di lapangan, korban ditemukan tak bernyawa di rumahnya sekira pukul 21.30 WIB. Jasad korban kalo pertama diketahui kakak kandungnya, Partini (41).

Korban yang diketahui bekerja sebagai pelayan di warung soto di Ringinanom itu menggantung dengan tali tambang warna biru panjang sepanjang 2 meter.

Baca Juga :  Kisah Pilu 2 Nenek Miskin, Sasiyem dan Kasinem di Kedawung Sragen Kehilangan Rumah Gubugnya Yang Mendadak Ambruk. Satu Nenek Sempat Tertimpa dan Terjebak di Reruntuhan, Terpaksa Ngungsi di Rumah Dasinem

Kejadian bermula ketika kakak korban sekira pukul 21.30 WIB berniat menengok adik kandungnya itu. Pada saat memasuki rumah korban melalui pintu belakang, ia kaget melihat korban sudah dalam posisi tergantung menggunakan seutas tali senar warna hijau diatas langit-langit rumah.

Mengetahui hal tersebut, Partini langsung histeris dan meminta tolong warga menurunkan korban. Saat diturunkan, korban dalam kondisi masih bergerak.

Akan tetapi beberapa saat kemudian korban sudah tidak bergerak dan diketahui meninggal dunia.

Selanjutnya Ketua RT melaporkan kejadian tersebut ke kantor Polsek Sragen Kota. Kapolsek Sragen, AKP Mashadi membenarkan kejadian itu.

Baca Juga :  Paslon Yuni-Suroto Ciptakan Sejarah Baru di Pilkada Sragen. Ajak Masyarakat Antusias Datang ke TPS, Target Raih Suara 80 % 

Menurutnya dari hasil pemeriksaan dan olah TKP, tidak ditemukan tanda kekerasan atau penganiayaan di tubuh korban. Korban diduga sengaja mengakhiri hidupnya lantaran depresi.

“Dugaannya, korban tak kuat karena barusaja diberhentikan dari kerjanya di warung soto. Dia pelayan, selama ini menjadi tulang punggung ekonomi keluarga,” tukas Kapolsek.

Karena kerabat sudah menerima sebagai musibah, jenazah korban kemudian diserahkan untuk dimakamkan di pemakaman setempat. Wardoyo