JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Terungkap, Aksi Perusakan Tugu PSHT di 3 Kecamatan di Sragen Libatkan Rombongan IKSPI. Diduga Untuk Show Of Force, Sempat Kocar-Kacir Dihalau Polisi Hingga Puluhan Motor Ditinggal

Tangakapan rekaman video aksi perusakan tugu PSHT yang dilakukan ratusan orang dalam konvoi tadi pagi, Minggu (5/7/2020). Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Tangakapan rekaman video aksi perusakan tugu PSHT yang dilakukan ratusan orang dalam konvoi tadi pagi, Minggu (5/7/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM  – Kasus perusakan tugu milik perguruan silat persaudaraan setia hati terate (PSHT) Minggu (5/7/2020) akhirnya terkuak gamblang.

Penjelasan Kabag Ops Polres Sragen, Kompol Yohanes Trisnanto kepada wartawan saat rapat koordinasi situasi Kamtibmas di wilayah Kabupaten Sragen bersama 10 perwakilan perguruan silat di Sragen, Senin (6/7/2020), mengungkap kronologi rombongan pendekar yang kemudian melakukan perusakan tugu di 3 kecamatan.

Kompol Yohanes mengungkapkan insiden perusakan itu berawal ketika kelompok dari pendekar Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKSPI) akan melaksanakan kerja bakti di Desa Tangkil, Sragen.

Namun bersamaan dengan itu, polisi yang mengendus kegiatan mereka berupaya melakukan pemantauan. Ketika didekati oleh tim Polres Sragen,  rombongan pendekar IKSPI itu malah bergerak ke arah utara.

Ketika rombongan memasuki wilayah Gesi, rombongan kemudian berhenti di wilayah Sapen. Di lokasi itu kemudian terjadi perusakan tugu atau patung di dua titik dan ada perusakan rumah.

Setelah didesak oleh aparat Polres Sragen, massa kemudian bergerak ke arah barat. Sesampainya di depan SMP Gesi, massa dibelah menjadi dua kelompok, ke timur dan utara.

Baca Juga :  Tertular dari Bosnya asal Solo, Buruh Pabrik Kayu Asal Sumberlawang Sragen Yang Positif Covid-19 Akhirnya Berhasil Sembuh. Sempat Berjuang Selama Sepekan Melawan Virus

“Rombongan yang ke arah timur kembali dengan baik ke padepokan, yang ke barat melakukan pengrusakan di Mondokan dan Sukodono,” terang AKP Yohanes.

Ia melanjutkan ketika di Mondokan, polisi tetap menyerukan himbauan untuk segera membubarkan diri. Berkat kesigapan dan ketegasan polisi, akhirnya massa dari IKSPI itu sepakat untuk menjaga ketertiban di wilayah Sragen.

Namun, sebagian dari mereka tampak kocar-kacir ketika hendak diinterogasi polisi. Saking takutnya sebagian memilih meninggalkan sepeda motor di lokasi kejadian.

“Kami kebetulan hadir di lapangan motor, kita amankan sebanyak 57 di Mapolres Sragen,” lanjut Yohanes.

Kabag Ops menganalisa aksi arak-arakan yang berujung perusakan tugu oleh IKSPI itu dilaksanakan untuk show of force atau untuk kekuatan massa dengan tujuan melakukan pengrusakan tugu atau prasasti PSHT.

Aksi tersebut disinyalir merupakan bentuk provokasi yang dapat memicu permasalahan antara PSHT dan IKSPI semakin keruh.

Baca Juga :  Kabar Baik, 3 Warga Sragen Positif Covid-19 Kembali Dinyatakan Sembuh. Total Sudah 60 Pasien Sembuh, Tinggal 23 Pasien Dirawat, 3 Meninggal Dunia

Pihaknya sangat berharap adanya pertemuan Senin kemarin dapat menemukan titik terang seluruh perguruan silat di Sragen agar tidak ada lagi perusakan tugu ataupun patung perguruan silat.

“Ada tiga titik yang jadi sasaran perusakan. Yakni di Mondokan, Gesi dan Sukodono,” papar Kapolres Sragen, AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo kepada wartawan ditemui di Mapolres.

Menurutnya, saat ini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Pihaknya meminta masing-masing pihak saling menahan diri dan mempercayakan penanganan kasus perusakan kepada kepolisian.

Perihal pelaku perusakan, saat ini masih dalam pendataan. Ia berharap semua pihak menahan diri dan menjaga kondusivitas Sragen.

“Tolong sama-sama mengerem. Jangan sampai berkelanjutan dan merugikan berbagai macam pihak. Percayakan kami, tetap utama kami jaga kondusivitas,” terangnya.

Sementara, Ketua Cabang IKSPI Sragen, Waluyo belum bisa dimintai keterangan. Saat dikonfirmasi awak media, nomor HPnya tidak aktif. Wardoyo