WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM Kasus dugaan perbuatan cabul yang melibatkan seorang guru SMP negeri di Wonogiri bikin geger dan langsung menyebar cepat.
Informasi yang dihimpun peristiwa yang jadi titik awal terjadi saat momen pemberangkatan study tour belum lama ini. Situasi yang seharusnya jadi momen menyenangkan justru berubah jadi pengalaman yang tidak diharapkan bagi korban.
Kronologi kejadian bermula saat korban hendak mendekati temannya. Di lokasi tersebut, ada guru J. Seperti kebiasaan siswa pada umumnya, korban kemudian melakukan salim sebagai bentuk hormat kepada guru.
Namun situasi berubah drastis. Tangan korban seakan justru ditahan oleh guru tersebut. Tak berhenti di situ, guru J kemudian menanyakan isi tas yang dibawa korban.
Dalam momen itulah dugaan pelecehan terjadi. Guru tersebut disebut disinyalir meraba tubuh korban melalui tas yang dibawa. Korban tidak bisa menjauh karena tangannya digenggam, membuat situasi semakin tidak nyaman dan menekan.
Yang membuat kasus ini langsung menyita perhatian, kejadian tersebut terekam kamera handphone milik murid lain. Rekaman ini menjadi bukti yang memperkuat dugaan tindakan tidak pantas tersebut.
Tak hanya itu, informasi lain ikut mencuat. Guru berinisial J juga disebut mengirimkan pesan WhatsApp yang tidak pantas kepada si siswi .
Pihak sekolah pun angkat bicara saat dikonfirmasi pada Rabu (6/5/2026). Kepala sekolah menyatakan bahwa kasus ini sudah ditangani oleh dinas terkait.
“Leres mas, sudah ditangani oleh dinas2 terkait,” jelas kepala sekolah pria itu melalui sambungan WA.
Saat disinggung soal status guru J, pihak sekolah memastikan yang bersangkutan sudah tidak lagi mengajar di sekolah dan telah ditarik ke dinas.
“Tidak (mengajar disini lagi), ditarik ke dinas,” tandas dia.
Saat ini, guru J telah ditempatkan di kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wonogiri untuk penanganan lebih lanjut.
Kasus ini kembali membuka mata bahwa pengawasan di lingkungan sekolah harus benar-benar dijaga, karena kepercayaan yang diberikan kepada tenaga pendidik bisa runtuh dalam sekejap jika disalahgunakan. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.















