JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Usai Babak-belur Dihajar Massa di Jebres, Penjambret Emak-emak Ternyata Napi Asimilasi Rutan Sragen

Dua pelaku aksi penjambretan jalan Urip Sumoharjo babak belur dihajar massa, Jumat (10/07/20) malam. Istimewa
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Narapidana yang bebas karena program asimilasi kembali berulah. Kali ini, adalah Muhammad Gilis Andiran Yakin (38) warga Semanggi, Pasar Kliwon kembali diamankan aparat kepolisian karena aksi jambret di Jalan Urip Sumoharjo, Jebres, Jumat (10/07/20) malam.

Dia bersama rekannya, Wahyu Purnomo (37) babak belur dihajar massa setelah sempat terjadi aksi kejar-kejaran dengan warga dan korban. Beruntung keduanya masih selamat dan diamankan aparat Polsek Jebres.

Gilis sendiri diketahui baru bebas berdasarkan program asimilasi dua bulan lalu. Namun, Kepala Pengamanan Rutan (KPR) Solo, Andi Rahmanto, menegaskan jika sang pelaku bukan dari Rutan Kelas IA Solo.

Baca Juga :  PHBI Unisri Distribusikan 500 Bungkus Daging Kurban

“Memang dulu pernah ditahan di Rutan Solo. Namun setelah itu dipindah ke Rutan Sragen,” kata Andi mewakili Kepala Rutan Solo, Urip Dharma Yoga, Senin (13/07/20).

Andi memaparkan, hingga saat ini Rutan Solo telah mengeluarkan sebanyak 204 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sesuai Permenkumham No.10/2020. Dari jumlah itu hanya satu orang yang terlibat kejahatan kembali.

Seperti diberitakan sebelumnya, Dua pelaku aksi penjambretan jalan Urip Sumoharjo babak belur dihajar massa, Jumat (10/07/20) malam. Keduanya adalah Muhammad Gilis Andiran Yakin (38) warga Semanggi, Pasar Kliwon dan Wahyu Purnomo,37, warga Pundungrejo RT 03 RW 15 Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari.

Dari informasi yang dihimpun, aksi penjambretan bermula saat korban dua orang perempuan sedang berhenti di depan Masjid Akh-Shadia Tegalharjo. Pelaku yang mengendarai motor Yamaha Mio AD 6266 MT memepet korban dan salah satunya mengambil handphone milik korban.

Baca Juga :  Sempat Kehilangan N-Max Kesayangannya, Danis warga Joyontakan Merasa Lega Motornya Bisa Kembali Berkat Operasi Sikat Jaran Candi Polresta Solo

“Setelah itu korban berusaha mengejar pelaku sambil berteriak jambret. Teriakan korban juga mengundang warga lain yang ikut mengejar,” kata Kapolsek Jebres, Kompol Suharmono mewakili Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Andy Rifai.

Namun, usaha pelaku untuk melarikan diri malah gagal total. keduanya berhasil disergap warga dikawasan Kelurahan Kepatihan Kulin tepatnya digang sisi barat gereja GBI Keluarga Allah. Warga yang geram langsung menghajar pelaku hingga babak belur. Prabowo