JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Internasional

Walikota Seoul Ini Menghilang dari Rumah, Tahu-tahu Ditemukan Tewas, Diduga Bunuh Diri

Wali kota Seoul, Korea Selatan Park Won-soon / tempo.co
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

J

Wali kota Seoul, Korea Selatan Park Won-soon / tempo.co

AKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM -Setelah dinyatakan menghilang sepekan sebelumnya, Walikota Seoul, Korea Selatan, Park Won-soon diemukan tewas di pebukitan sekitar Gunung Bukak, tidak jauh dari rumahnya Jumat (10/7_2020) dini hari.

Kematian pucuk pimpinan tertinggi di Seoul itu  diduga bunuh diri.  Lebih dari 770 orang polisi dengan beberapa mobil pemadam kebakaran dan ambulans sempag dikerahkan untuk mencari Walikota Seoul berusia 64 tahun itu,  setelah anak perempuannya melaporkan ke aparat polisi ayahnya hilang pada Kamis lalu.

Penyebab kematiannya belum diketahui. Kondisi jasadnya juga tidak dijelaskan secara rinci. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian mantan aktivis demokrasi dan HAM ini.

Baca Juga :  Bedanya Ibadah Haji di Tengah Pandemi Corona, Jemaah Lakukan Tawaf dengan Tetap Menjaga Jarak

Namun, The Korea Herald dan Korea Times melaporkan sepertinya Park bunuh diri. Dan jika itu benar terjadi, Park menjadi pejabat tertinggi di Korea Selatan yang melakukan bunuh diri dalam sejarah negara itu.

Adapun Pemerintah Kota Seoul mengatakan, Park tidak masuk kantor hari Kamis lalu karena sakit.

Dalam pesan singkat kepada para wartawan, Jumat (10/7/2020), pemerintah kota Seoul menjelaskan, seluruh acara dan pertemuan yang akan dihadiri Park kemarin dibatalkan karena alasan yang tidak dapat dihindarkan.

Baca Juga :  WHO: Pandemi Virus Corona Bakal Berlangsung Puluhan Tahun

Park diduga bunuh diri setelah mantan sekretaris pribadinya melaporkan secara resmi kasus pelecehan seksual dirinya ke aparat polisi pada Rabu (8/7/2020).

Dalam pengaduan, Park disebut melakukan pelecehan fisik maupun membuat pernyataan tak pantas melalui pesan singkatnya via telepon.

Menurut anak perempuannya kepada polisi saat membuat laporan tentang ayahnya yang hilang, Walikota Seoul itu meninggalkan rumah sekitar 4-5 jam setelah meninggalkan pesan dan kemudian menonaktifkan telepon selulernya.

www.tempo.co