JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Dihantam Covid-19, Objek Wisata Eling Bening Tetap Pertahankan Karyawan

Suasana objek wisata Eling Bening / lupita - jogloaemarnews
Suasana objek wisata Eling Bening / lupita – jogloaemarnews

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Meskipun usianya relatif masih baru, namun pandemi Covid-19 tidak membuat manajemen objek wisata Eling Bening di Kabupaten Semarang ini terguncang.

Berlokasi di Jalan Sarjono, Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Wisata Eling Bening menyuguhkan resort di puncak bukit yang subur dengan kolam renang, restoran, dan monumen tinggi berparonama indah.

Objek wisata yang terhampar pada lahan seluas sekitar 15 hektare ini memiliki keunggulan alami. Salah satunya adalah beberapa gunung yang mengelilinginya, membuat panorana di Eling Bening sangat indah.

Ada beberapa gunung di sekeliling Eling Bening yang ikut menyumbang keindahan alam, seperti Gunung Ungaran, Semeru, Sumbing, Gunung Telomoyo dan masih banyak lagi.

Kondisi tersebut menjadikan objek wisata yang satu ini menjadi primadona di sekitar Kabupaten Semarang.

Manajer di objek wisata Eling Beling, Ludi menjelaskan, tempat wisata tersebut menawarkan berbagai fasilitas penunjang seperti kolam renang, resto, musala, hingga tempat spot foto era kekinian.

“Rata-rata pengunjung yang datang ke sini turut membawa keluarga, pacar, hingga teman dekat. Suasana alam wisata rawa pening menjadi daya tarik tersendiri untuk pengunjung,” ujarnya kepada Joglosemarnews, Sabtu (22/8/2020).

Baca Juga :  Lawan Kotak Kosong, Inilah Kesiapan Paslon Hendi-Ita

Beberapa keunggulan tersebut mendorong objek wisata Eling Bening menjadi favorit bukan hanya bagi wisatawan lokal Semarang saja.

Mayoritas pengunjung justru datang dari berbagai kota hingga luar provinsi.

Sslain informasi kisan dari mulut ke mulut, ujar Ludi, Eling Bening mengunakan Sosmed (sosial media) sebagai sarana promosi dan pemasaran. Seperti Instagram, Youtube dan Facebook.

“Tak lupa kami juga menggunakan cara offline, seperti pemasangan spanduk dan lain-lain,” ujarnya.

Setelah tutup selama kurang lebih empat bulan, cerita Ludi, objek wisata Eling Bening kembali dibuka pada bulan juli 2020.

Pembukaan itu dilakukan, jelas Ludi, setelah objek wisata itu mendapatkan izin dari Dinas Pariwisata, dengan syarat menerapkan protokol kesehatan, seperti mewajibkan semua pengunjung mencuci tangan, menyediakan handsanitizer, mewajibkan penggunaan masker, alat pengukur suhu dan wajib menjaga jarak.

Baca Juga :  Objek Wisata Watu Amben Berpotensi untuk Pengembangan Wisata Edukasi, Diyakini sebagai Cikal Bakal Desa Waru

Ludi menjelaskan, pada hari-hari biasa sebelum adanya wa ah Covid-19, jumlah pengunjung di Eling Bening bisanya mencapai 3.000 hingga 5.000 orang.

Namun dengan adanya pembatasan oleh protokol kesehatan yang ketat, jumlah pengunjung berkurang signifikan.

“Karena Ckvid-19, sekarang jumlah pengunjung dibatasi hanya 200 hingga 300 orang per hari untuk mengutamakan kenyamanan pengunjung. Kami utamakan kenyamanan dan keamanan pengunjung,” bebernya.

Ludi mengakui, seelah penerapannprotokol kesehatan terkait pandemi Covid-19, objek wisata Eling Bening mengalami penurunan omzet hingga sekitar 70 persen.

Namun, tegas ludi, penurunan omzet itu tidak sampai mengubah biaya tiket masuk, tiket wahana, menu harga makanan dan yang lenting, masih mempertahankan karyawan yang ada.

“Jangankan sampai memecat karyawan, presentase pembayaran gaji merska pun tetap sama. Karena kamj percaya, rezeki sudah ada yang atur, jadi kami yakin keuntungan bisa datang di kemudian hari, dan dari manajemen bisa membayar karyawanpun sudah bersyukur, sehingga tidak perlu merumahkan karyawan, “ ujar Ludi. lupita