JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Jejak RA Kartini di Masjid Kiai Sholeh Darat

najmi yafi / joglosemarnews

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Siapa yang tidak kenal dengan RA Kartini, pahlawan wanita yang kesohor dengan perjuangan emansipasinya di Tanah Jawa?

Lika liku perjuangan RA Kartini di “jalur sunyi” tersebut terentang pajang, hingg terhimpuin dalam buku Habis Gelap Terbitlah Terang.

Mungkin tak banyak yang tahu bahwa sebenarnya seorang Kartini sebetulnya sangat agamis. Ia senang meneladani Alquran, hingga pernah satu kali meminta diberikan guru ngaji untuk menerjemahkan Alquran ke dalam bahasa lokal.

“Gurunya kala itu bernama Kiai Haji Sholeh Darat, seorang ulama dari Semarang,” ujar imam masjid Kyai Sholeh Darat, Semarang, Luqman saat bincang-bincang dengan Joglosemarnews, Kamis (27/8/2020).

Luqman mengisahkan, sang guru sebagai seorang ulama sangat dihormati oleh masyarakat setempat ketika itu. Oleh khahrisma dan ketenarannya kala itu, akhirnya diminta dia diminta untuk mengajari RA Kartini mengaji.

Baca Juga :  Ganjar Buka UKW PWI Jateng. Wartawan Harus Terus Membangun Profesionalisme untuk Hadapi Perubahan Bisnis Media yang Sangat Cepat

Perjalanan Kiai Haji Sholeh Darat meninggalkan jejak yang masih dapat ditemukan hingga sekarang, yakni peninggalan masjid dengan bentuk yang cukup unik, yaitu joglo khas bangunan Jawa.

Dulu, kisah Luqman, masjid tersebut merupakan pondok pesantren. Orang menyebutnya dengan nama Langgar Sayyid, yaitu bangunan dengan bentuk panggung dengan tujuh anak tangga.

Namun setelah Kyai Sholeh Darat wafat, daerah pondok pesantren tersebut dibumihanguskan oleh bangsa Belanda dan PKI. Kebrutalan serangan keduanya akhirnya hanya menyisakan sebuah langgar kecil yang sekarang berubah menjadi masjid.

2808 masjid2 a
najmi yafi / joglosemarnews

Tidak jauh dari masjid Kiai Haji Sholeh Darat juga terdapat makam petilasan Kiai Sholeh Darat.  Makam tersebut kini sering dan banyak dikunjungi orang untuk melakukan ziarah.

Menurut Luqman, memang ada beberapa versi cerita mengenai keberadaan makam Kiai Haji  Sholeh Darat tersebut.

Selain berada di Semarang, ada cerita yang mengatakan makam Kia Haji Sholeh Darat berada di Lasem. Ada pula yang mengatakan di Gedong Songo, Bangkalan dan ada pula yang menyebutnya berada di Pati.

Baca Juga :  Menunggak Rp 7,2 Miliar, KPP Pratama Kudus Blokir Belasan Rekening Tabungan Wajib Pajak

“Di makam ini, biasanya pada tanggal 9 Syawal dilakukan khaul untuk mengenang Kiai Sholeh Darat,” ujarnya.

Tahun 1990, masjid Kiai Haji Sholeh Darat direnovasi. Seiring kemajuan zaman,  bahan yang dulu dari kayu akhirnya diganti dengan beton agar lebih kuat dan tahan lama.

“Namun renovasi ini tidak sampai mengubah bentuk masjid. Hanya sedikit pelebaran dan perubahan pada kubah masjid,” ujarnya.

Mempertimbangkan kawasan Semarang Utara yang rawan banjir, ujar Luqman, maka Masjid Kiai Haji Sholeh Darat juga dibikin lebih tinggi, sebagaimana yang kita lihat sekarang.

Dan untuk mengenang jejak syiar agama  serta perjuangannya, masjid tersebut dinamakan dengan Masjid Kiai Sholeh Darat. najmi yafi-lukman