JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Pendidikan

Pemerintah Subsidi Pulsa untuk Siswa dan Guru, PGRI: Perlu Skala Prioritas

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Unifah Rosyidi / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Rencana Pemerintah yang akan memberikan subsidi pulsa untuk kuota internet bagi siswa dan guru hingga guru honorer, membutuhkan kriteria untuk menentukan skala prioritas.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI), Unifah Rosyidi.

Sebenarnya, Unifah menyambut baik dan mengapresiasi rencana pemerintah dalam memberikan subsidi pulsa untuk kuota internet bagi siswa dan guru, hingga guru honorer.

Dia menyatakan, PGRI termasuk yang mengusulkan dana POP (Program Organisasi Penggerak) lebih baik digunakan untuk membantu pembelian pulsa bagi guru, siswa, mahasiswa dan dosen.

Baca Juga :  Catat Tanggalnya, Simak Ketentuannya, Kemendikbud Buka Program Beasiswa Unggulan 2020

“Idealnya memang semua tapi ya sepertinya tidak mungkin, tidak cukup, oleh karena itu butuh kriteria,” ujar Unifah kepada Tempo Jumat (28/8/2008).

Dalam pembuatan kriteria tersebut, Kemendikbud bisa bekerja sama dengan pemerintah daerah, akan terlihat mana yang sangat membutuhkan bantuan pulsa dari pemerintah, setelah diberikan pun perlu diawasi penggunaannya.

“Jangan sampai guru honorer baik sekolah swasta ataupun negeri yang selama ini mengisi kekurangan justru mereka yang tidak dapat,” ujarnya.

Baca Juga :  Menteri Nadiem Minta Siswa dan Guru yang Belum Terima Bantuan Kuota Internet Segera Lapor Pimpinan

Unifah menyatakan, memberikan prioritas kepada yang paling membutuhkan terlebih dahulu, anak-anak yang tidak memiliki kemampuan membeli gawai ataupun membeli pulsa.

Ia mendorong agar pemerintah pusat dan daerah lebih memperhatikan guru, khususnya dalam hal ini guru honorer dan guru yang mengajar di daerah di daerah 3T (tertinggal, terluar, terdepan).

“Untuk siswa yang belajar secara daring juga harus diperhatikan kebutuhan dasar infrastruktur, seperti BTS, supaya yang tidak terjangkau juga mendapatkan bantuan pendidikan dari pemerintah untuk belajar yang lebih baik,” katanya.

www.tempo.co