JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kabar Baik, Bupati Sragen Izinkan Pengesahan Warga Baru Perguruan Silat Pada 1 Suro. Tapi Ingatkan Tragedi Suro Tahun Lalu Tak Boleh Terulang Lagi!

Ilustrasi warga PSHT. (Liputan6.com/HO/Firdaus)
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ilustrasi warga PSHT. (Liputan6.com/HO/Firdaus)

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati menegaskan tak akan menghalangi agenda pengesahan calon warga baru bagi perguruan silat yang biasanya akan digelar pada 1 Suro.

Namun, bupati meminta prosesi pengesahan bisa menaati beberapa peraturan di masa pandemi serta mengedepankan kondusivitas.

Orang nomor satu di Pemkab Sragen itu mengaku trauma dan berharap kejadian tragedi bentrok 1 suro tahun lalu tak terulang kembali.

Penegasan itu disampaikan bupati saat bersilaturahmi dengan para tokoh perguruan pencak silat di Balai Desa Krikilan, Masaran, Sragen, Sabtu (1/8/2020).

Ia mengatakan sejauh ini sudah ada tiga perguruan pencak silat yang meminta izin kepadanya untuk menyelenggarakan pengesahan anggota baru di Agustus.

Tiga perguruan itu mengajukan izin pengesahan pada tanggal dan mekanisme pengesahan yang berbeda-bedam

“Saya izinkan namun dengan catatan tidak boleh dijadikan satu tempat,” paparnya.

Bupati menerangkan pengesahan diperbolehkan dengan syarat satu lokasi tidak boleh lebih dari 300 orang.

Baca Juga :  Innalillahi, Mantan Assisten Setda Sragen Endang Handayani Tutup Usia Malam Ini. Dikabarkan Akibat Penyakit Ginjal

Hal itu dimaksudkan untuk bisa diterapkan protokol kesehatan mengingat saat ini masih dalam masa pandemi covid-19.

Ia juga mempersilakan apabila ada perguruan yang hendak memakai gedung Sasana Manggala Sukowati (SMS) Sragen untuk pengesahan. Akan tetapi diperbolehkan untuk kegiatan dengan kapasitas maksimal 500 orang saja.

“Panitia pengukuhan agar membuat barrier atau pembatas dengan jarak 100 meter dari gedung atau tempat yang digunakan. Sehingga tidak terjadi kerumunan senior yang mungkin ingin memberikan support ke adik-adik,” ulasnya.

Lebih lanjut, Bupati Yuni menekankan kepada semua pengurus dan jajaran  perguruan pencak silat untuk senantiasa menjaga kondusivitas jika melakukan pengesahan.

Dirinya tak ingin, tragedi aksi massa yang nyaris berujung bentrok pada Suro tahun lalu, terulang lagi.

Bupati menyebut Sragen selalu menjadi sorotan tersendiri di bulan suro jika ada kegiatan ada potensi keributan. Menurutnya, hal itu dimungkinkan karena barangkali ada dari luar Sragen yang menginginkan suasana di Sragen panas, tidak ingin menjaga kondusivitas sehingga terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca Juga :  Meski di Tengah Pandemi, Musala Al Mahmudah Katelan Tangen Sembelih 2 Ekor Sapi dan 5 Kambing

Ia juga mengaku trauma dengan insiden yang menimpa Sragen tahun lalu dimana Brimob Polda Jateng sampai diturunkan dipimpin Kapolda Jateng untuk mengawal keamanan Sragen.

“Kejadian tahun lalu brimob diturunkan dengan Kapolda tentu saya tidak inginkan itu. Makanya saya minta para pendekar agar menjaga Kamtibmas Sragen,” katanya.

Pada kesempatan itu, Yuni juga meminta kepada perguruan silat untuk merawat patung atau tugu yang hingga kini telah menjadi kebanggaan tersendiri.

“Saya lihat beberapa patung seperti tidak terurus. Di sampingnya tumbuh rumput subur, beberapa juga patung sudah kusam ayo dirawat. Silakan bersolek menjelang kemerdekaan Indonesia 17 Agustus,” pungkasnya. Wardoyo