JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kasus Covid-19 Sragen Meledak Naik 58 Positif dalam Sepekan, Pemkab Minta Masyarakat Hentikan Sikap Apatis Terhadap Wabah Covid. Tegaskan Covid-19 Bukan Konspirasi!

Situasi Covid-19 Sragen hari ini dengan tambahan 14 kasus positif dan 4 meninggal Minggu (23/8/2020). Foto/Wardoyo
Situasi Covid-19 Sragen hari ini dengan tambahan 14 kasus positif dan 4 meninggal Minggu (23/8/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pemkab Sragen menyerukan masyarakat untuk kembali pada komitmen menaati aturan protokol kesehatan.

Meroketnya kasus corona virus atau covid-19 dalam sepekan terakhir dinilai salah satunya andil dari kekurangtertiban masyarakat dalam menaati protokol kesehatan di era kenormalan baru saat ini.

Penegasan itu disampaikan Seketaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sragen, Tatag Prabawanto, Senin (24/8/2020).

Ia mengatakan lonjakan 58 kasus positif dalam sepekan terakhir membuktikan bahwa penyebaran virus corona tak bisa lagi dipandang sebelah mata.

“Makanya dalam adaptasi baru ini, kami minta pola hidup masyarakat ini harus benar-benar untuk saling mengendalikan diri. Tidak bergrombol, sosial distancing, minta tolong harus ditaati bener,” paparnya.

Sekda Sragen itu juga mengimbau masyarakat tidak perlu panik atau resah. Namun yang diperlukan adalah tetap tenang dan mematuhi protokol kesehatan.

Yakni dengan tetap pakai masker di setiap aktivitas, cuci tangan, pakai hand sanitizer, dan pola hidup bersih harus terus dilakukan.

Ia meyakini lonjakan tajam kasus covid-19 selama sepekan ini, tak lepas dari kelonggaran yang mungkin terjadi di masyarakat.

Jika masyarakat tetap abai terhadap protokol kesehatan, tidak menutup kemungkinan lonjakan kasus akan menjadi tak terbendung lagi di tengah kelonggaran-kelonggaran yang ada.

Baca Juga :  Awas, 12 Warga Desa Ngringo Karanganyar Positif Terpapar Covid-19. Tersebar di Sejumlah RT, Dinkes Ingatkan Bahaya Jika Sampai Ada Hajatan di Lokasi Kasus Positif!

Tatag juga menekankan masyarakat tidak usah terpengaruh itu isu-isu negatif yang dihembuskan di tengah pandemi covid-19.

Seperti isu bahwa covid-19 sebenarnya tidak ada, kemudian tudingan bahwa covid-19 adalah konspirasi serta hingga bantahan-bantahan terhadap hasil swab positif yang dirilis oleh rumah sakit maupun tim Pemkab.

“Lonjakan kasus cukup tinggi ini bukti bahwa corona atau covid-19 memang tidak bisa dianggap remeh. Apalagi sampai ada isu kalau covid-19 hanya konspirasi, pernyataan hasil swab positif covid-19 dikatakan hoax, itu sikap-sikap yang sangat berbahaya. Mari kita bersama-sama menjaga komitmen menaati protokol kesehatan agar segera reda. Kalau masyarakat mengabaikan, lonjakan kasusnya nggak akan mereda,” terangnya.

Ia meminta sikap-sikap abai dan apatis apalagi sampai menganggap covid-19 seolah-olah tidak ada, harus mulai dikesampingkan.

Sebaliknya, lonjakan kasus tiap hari yang terjadi selama sepekan itu diharapkan bisa jadi pelajaran kepada semua pihak dan masyarakat.

“Mari semua bisa lebih meningkatkan kewaspadaan dengan jaga jarak, pakai masker, cuci tangan dan hindari kerumunan,” tukasnya.

Seperti diberitakan, dalam sepekan terakhir lonjakan kasus covid-19 Sragen mencapai 58 kasus. Pada Minggu (16/8/2020) kasus covid-19 baru mencapai 119, namun seminggu kemudian, Minggu (23/8/2020) sudah melonjak jadi 177 kasus.

Baca Juga :  Putusan Hakim PN Tipikor Terlalu, Jaksa Juga Putuskan Ajukan Banding. Tiga Terdakwa Perkara Korupsi RSUD Sragen Divonis 4 Kali Lipat Lebih Berat dari Tuntutan

Tercatat ada tiga hari yang mengalami lesatan signifikan yakni 29 kasus, 7 kasus dan 14 kasus dalam rentang sepekan terakhir.

Terbaru, Minggu (23/8/2020) kemarin jumlah kasus positif covid-19 kembali meroket tajam dengan tambahan 14 orang positif.

Tak hanya kasus positif, jumlah korban meninggal positif covid-19 pun juga melonjak 4 orang pada Minggu (23/8/2020).

Dengan tambahan 14 kasus baru itu, maka total kasus positif hari ini mencapai 177 kasus.

Dari jumlah itu ada 99 orang sembuh, 63 dirawat yakni 51 asimtomatik dan 12 simtomatik serta 15 orang meninggal.

Untuk jumlah meninggal positif hari ini mengalami penambahan 4 orang dari sebelumnya 11 orang meninggal pada Sabtu (22/8/2020).

Sementara jumlah suspek covid-19 hari ini tercatat sebanyak 202 kasus dengan rincian 13 dirawat, 156 sembuh dan 33 meninggal dunia.

Sementara, hingga kini total ada 51 yang meninggal terkait covid-19. Rinciannya, 15 pasien positif, satu pasien positif dan sembuh asal Sribit Sidoharjo, 33 suspek, satu ODP dan satu PP. Wardoyo