JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Muncul Klaster Baru Covid-19 dari Pengusaha Asal Plupuh Sragen. Dua Keluarga Ibu dan Anak Dinyatakan Positif Setelah Tular-tularan

Ilustrasi positif virus covid-19
Ilustrasi positif virus covid-19

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Tiga kasus positif baru corona virus atau covid-19 hari ini, Kamis (6/8/2020) menjadi klaster baru penularan covid-19.

Hal itu diketahui setelah tiga orang yang positif itu diketahui tertular dari satu pasien yang sebelumnya sudah dinyatakan positif covid-19 asal Desa Gedongan, Plupuh.

Klaster baru covid-19 itu bermula dari seorang pengusaha perempuan berinisial Ny S (40). Perempuan yang membuka usaha di rumah dibantu karyawannya itu, diketahui positif terkonfirmasi positif pada 28 Juli 2020 dan dirawat di RSUD dr Soeratno Gemolong.

Dari kasus Ny S, ternyata virus itu kemudian berkembang. Setelah dilakukan tracking, salah satu karyawannya Ny DP (30) asal desa yang sama, ternyata juga diketahui terpapar positif.

Baca Juga :  Astagfirullah, Jumlah Warga Karanganyar Meninggal Terkait Covid-19 Sudah Mencapai 80 Orang. Jumlah Kasus Positif Melonjak Jadi 414, Suspek 1.867

Selain Ny DP, rupanya virus juga menulari ke anaknya Ny S sendiri, berinisial MR (12). Hasil swab DP dan MR sama-sama keluar hari ini. Keduanya dinyatakan positif.

Tak cukup sampai di situ, hasil tracking lanjutan juga menunjukkan anak Ny DP, RNP (8) juga kedapatan positif covid-19. RNP diketahui tertular dari ibunya.

“Iya, penularannya dari klaster lokal Plupuh. Dari ibu pemilik wirausaha yang positif pada 28 Juli itu, kemudian menulari karyawan yang bekerja di situ dan menulari anaknya. Kemudian anak dari pemilik usaha itu juga tertular dari ibunya. Jadi itu ada dua keluarga berbeda tapi satu klaster,” papar Kepala DKK Sragen, Hargiyanto, kepada wartawan, Kamis (6/8/2020).

Baca Juga :  Duh Gusti, Meledak Lagi Tambah 19 Positif Hari Ini, Total Kasus Covid-19 Sragen Melonjak Jadi 452. Kontak Erat Tercatat 644 Orang, Sudah 59 Warga Meninggal Dunia

Perihal darimana sumber penularan pertama yang menjangkiti Ny S (40), Hargiyanto mengatakan sampai saat ini belum diketahui.

Namun karena yang bersangkutan memiliki usaha dan banyak yang datang ke usahanya, dimungkinkan dari orang luar yang darang memesan produk.

“Bisa jadi ada orang yang mesen ke ibunya itu,” tukasnya. Wardoyo