JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Kesehatan

Pakai Masker Wajib Saat Pandemi Covid-19, Tapi Jangan Lupa Oleskan Tabir Surya Sampai Telinga, Ini Alasannya

Ilustrasi seorang wanita memakai masker. Pexels

JOGLOSEMARNEWS.COM — Dalam kondisi pandemi Covid-19 ini memakai masker merupakan hal yang wajib dilalukan saat di luar rumah atau bepergian. Ketika seorang wanita sudah memalaui makeup dan harus mengenakan masker maka mau tidak mau separuh wajahnya akan tertutupi.

Selain masker, ada satu produk yang masih harus Anda upayakan sebelum pergi ke jalan-jalan ke toko kesehatan atau bahan makanan yaitu tabir surya. Sebab, tetap penting untuk memakai SPF setiap hari – meskipun separuh wajah Anda tertutup.

Masker kain akan melindungi Anda dan orang yang berada dalam jarak satu meter dari Anda dari potensi penyebaran COVID-19. Tapi masker tidak melindungi kulit Anda dari kerusakan akibat sinar matahari dan kanker kulit.

“Masker wajah dari kain tidak memberikan perlindungan yang memadai – terutama jika berwarna terang – kecuali masker wajah Ultraviolet Protection Factor (UPF),” kata Dr. Marie Hayag, dokter kulit bersertifikat dan pendiri Fifth Avenue Aesthetics di New York, Amerika Serikat seperti dilansir dari laman Instyle. “Pakaian tidak dianggap pelindung matahari jika peringkat UPFnya lebih rendah dari 15. Mengenakan masker wajah UPF memberikan perlindungan UV lebih dari masker wajah katun tradisional karena terbuat dari bahan yang memberikan perlindungan lebih dari UV.”

Baca Juga :  Covid-19 Masih Merajalela di Indonesia, Apa yang Harus Dilakukan Masyarakat, Ini Saran Ahli Farmasi

Seperti SPF untuk tabir surya, UPF adalah sistem penilaian untuk kain dan indikasi fraksi sinar UV apa yang dapat menembus kain tertentu. “Peringkat UPF 25, misalnya, berarti bahan tersebut memungkinkan 1/25 (4%) radiasi UV masuk, dan pakaian UPF 50 memungkinkan masuk 1/50 (2%),” tambah Dr. Hayag.

Namun, meskipun Anda memang memakai masker UPF 50, lapisan tabir surya harus tetap digunakan sebelum memakainya untuk jaminan tambahan. “Ini lebih mudah untuk diterapkan di seluruh wajah Anda sebagai bagian dari rutinitas Anda dan kebanyakan orang tidak selalu memakai masker mereka sepanjang waktu di luar ketika mereka tidak dalam jarak satu meter dari manusia,” kata Dr. Hayag. “Jadi, jika Anda melepas masker, Anda masih terlindungi dari perlindungan UV. Jika Anda berada di luar untuk jangka waktu yang lama, dapat menyebabkan garis-garis cokelat karena memakai masker – siapa yang mau ?!”

Baca Juga :  Studi Profesor di Universitas AS Klaim Ada Kemungkinan Wabah Demam Berdarah Hambat Penyebaran Covid-19

Berbicara tentang garis bekas masker, mengoleskan kembali tabir surya secara teratur tidak hanya akan mencegahnya, tetapi juga melindungi kulit Anda dari kerusakan akibat sinar matahari.

“Mempraktikkan kebiasaan perlindungan kulit yang baik, seperti memakai tabir surya setiap hari dan sering mengoleskannya kembali, dapat mencegah garis-garis kecokelatan pada masker wajah,” kata Dr. Vanessa Johnson, dokter kulit di Health First. “Anda juga bisa memasangkan masker dengan topi bertepi lebar atau kacamata hitam UV untuk lebih melindungi bagian wajah Anda yang lain.”

Dr. Johnson juga menunjukkan bahwa masker dapat membuat telinga Anda menonjol, membuat area tersebut terkena lebih banyak sinar matahari, jadi penting juga untuk mengoleskan tabir surya pada telinga. “Karena kanker kulit di telinga adalah salah satu lokasi dengan risiko tertinggi untuk penyebaran kanker kulit, penting untuk memprioritaskan perlindungan sinar matahari untuk telinga Anda saat memakai masker,” katanya.

www.tempo.co