JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Area Bandara Internasional Yogyakarta Akan Diperluas

Para penumpang menuju pesawar Lion Air di Bandara Internasional Yogyakarta (BIY). Rencananya 140 penerbangan di Bandara Adisutjipto dipindahkan ke BIY / tempo.co

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Menyusul peresmian oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada akhir pekan lalu, area produksi bandara Yogyakarta International Airport (YIA) akan diperluas.

Hal itu dikatakan oleh Vice Presiden Corporate Secretary PT Angkasa Pura I, Handy Heryudhitiawan. Menurutnya, total luas lahan bandara yang mencapai 587 hektare bisa dimanfaatkan untuk ekosistem penunjang aviasi.

“Semua terpusat di airport city yang memanfaatkan luasan 84 hektare,” ucapnya kepada Tempo, Selasa (1/8/2020).

Menurut Handy, bandara Kabupaten Kulon Progo yang memakan investasi hingga Rp 11,3 triliun itu akan dikelilingi area penunjang, mulai dari kawasan perumahan minimalis dan komersil, perhotelan, pusat retail dan gerai belanja, kawasan kargo, taman hiburan, rumah sakit, hingga pusat edukasi.

“Diharapkan Kulon Progo dan Jawa Tengah bagian selatan bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Pulau Jawa,” katanya.

Baca Juga :  Kepatuhan Pengunjung dan Pedagang Pasar Beringharjo pada Protokol Kesehatan Masih Rendah

Saat peresmian pada 28 Agustus lalu, Presiden Jokowi menyebut YIA dirampungkan hanya dalam waktu 20 bulan dengan pendanaan sebesar Rp 4,2 triliun untuk urusan lahan, dan Rp 7,1 triliun untuk konstruksinya.

Dengan terminal penumpang seluas 219 ribu meter persegi, daya tampung YIA bisa dioptimalkan untuk 20 juta penumpang per tahun. Volume itu setara 13 kali lipat kapasitas Bandara Adisutjipto Yogkakarta yang pengembangannya sudah mentok.

Di masa adaptasi kebiasaan baru, Handy melanjutkan, YIA melayani 20 rute domestik dan dua rute internasional dari enam maskapai domestik berjadwal. Rencana pemekaran rute masih terganjal pembatasan penerbangan internasional akibat pandemi Covid-19.

“Jadi kami fokus dulu pada slot yang ada sekarang,” katanya.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, mengatakan pengembangan potensi rute asing harus ditunda hingga kondisi penerbangan membaik.

Merujuk data PT Angkasa Pura I, Garuda memegang 34 slot penerbangan dari dan menuju YIA. Sekretaris Jenderal Indonesia National Air Carriers Indonesia, Bayu Sutanto, pun menyarankan pemerintah mengebut penyelesaian jalan penunjang bandara dan menambah angkutan antar moda untuk YIA agar lebih siap menyambut penumpang saat pandemi berakhir.

Baca Juga :  Satu Mahasiswa Positif Covid-19, Kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Hentikan Aktivitas dan Tutup Satu Fakultas

“Potensinya menjadi hub penerbangan asing, khususnya arus penumpang wisata ke Jawa Tengah,” kata dia.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengatakan YIA menunjang lalu lintas wisatawan domestik ke kompleks Candi Borobudur yang menjadi satu dari lima pelancongan super prioritas.

Kementerian menyediakan opsi angkutan darat, mulai dari bus Damri, SetelQu, taksi bandara dan taksi daring, serta kereta api dari Stasiun Wojo di Kabupaten Purworejo, yang durasi tempuhnya hanya 10 menit dari area YIA.

“Ke depannya, jalur kereta akan langsung masuk ke dalam bandara,” tuturnya.

www.tempo.co