JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Awas, Muncul Kasus Baru Covid-19 dari Klaster Keluarga di Beberapa Kecamatan di Sragen dan Makin Ganas. Di Mondokan Satu Orang Tulari 7 Orang Dekatnya, di Masaran 1 Warga Positif Tulari 9 Orang

Ilustrasi positif virus covid-19
madu borneo
madu borneo
madu borneo

 

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Penyebaran virus corona atau covid-19 di Sragen semakin meluas dan ganas. Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) mendeteksi muncul banyak klaster keluarga di beberapa kecamatan.

Klaster-klaster keluarga itu kemudian dengan cepat menulari banyak orang di sekelilingnya. Kondisi itu pun turut andil mendongkrak angka kasus covid-19 yang makin meroket dalam beberapa waktu terakhir.

“Hari ini ada klaster baru di Mondokan. Satu orang menulari beberapa orang. Ini baru kita tracing karena banyak. Lalu di Sidoharjo juga, ada beberapa yang positif lalu merembet menular ke beberapa orang,”  papar Kepala DKK Sragen, Hargiyanto kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Kamis (17/9/2020).

Hargiyanto menyampaikan kemunculan klaster-klaster baru itu juga terjadi di beberapa kecamatan lain. Seperti di Masaran, satu pasien positif perdarahan, kemudian menulari sekitar 9 orang.

Berdasarkan data yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sragen Kamis (17/9/2020) petang, ada tambahan 19 warga positif covid-19.

Dari jumlah itu, mayoritas memang tertular dari pasien positif sebelumnya. Di antaranya ada pasien berinisial AP asal Sidoharjo yang menulari tiga orang di dekatnya berinisial SK (59), S (48) dan CD (58).

Kemudian pasien positif berinisial S juga asal Kecamatan Sidoharjo kemudian menulari dua orang berinisial S (53) dan MNL (14).

Yang paling ganas adalah pasien berinisial SS asal Trombol, Mondokan. Ia menulari tujuh orang di sekitarnya masing-masing berinisial WN (20), K (49), HW (63), MFAF (21), S (51), S (61), dan S (48).

Selain klaster-klaster keluarga, juga ada tambahan satu pasien positif dari kalangan tenaga kesehatan. Pasien itu diketahui berinisial NMB (32) asal Kecamatan Karangmalang. Dia diketahui berprofesi sebagai nakes di salah satu RS di Solo.

Baca Juga :  Menengok Desa Calon Sentra Durian di Sragen. Namanya Desa Karangpelem, Hampir Semua Rumah Tanam Durian Montong Kualitas Super

Pasien laki-laki itu dinyatakan positif setelah sebelumnya memiliki gejala batuk dan saat ini dirawat di RSUD dr Moewardi Solo.

Dengan tambahan 19 kasus positif hari ini, maka jumlah total kasus hari ini menembus angka 452 kasus positif covid-19.

Rinciannya, 135 pasien dirawat, 297 sembuh dan 20 pasien meninggal dunia. Sementara jumlah suspek tercatat sebanyak 236 orang dengan rincian 6 orang dirawat, 194 sembuh dan 36 pasien meninggal dunia.

Di sisi lain, jumlah warga isolasi mandiri hari ini mencapai 51 orang dan 664 orang terlacak kontak erat. Sementara jumlah total warga yang meninggal tercatat mencapai 59 orang.

Rinciannya 36 suspek, 20 positif, 1 ODP asal Jati Sumberlawang, 1 PP balita asal Kedawung dan satu pasien positif sembuh lalu meninggal asal Sribit Sidoharjo. Wardoyo

Daftar 19 Warga Positif Covid-19 17 September 2020:

1.SK (P, 59 tahun) Kec. Sidoharjo. Hasil tracing / kontak erat dengan pasien terkonfirmasi AP (Sidoharjo)
2. S (L, 48 tahun) Kec. Sidoharjo. Hasil tracing / kontak erat dengan pasien terkonfirmasi AP (Sidoharjo)
3. CD (L, 69 tahun) Kec. Sidoharjo. Hasil tracing / kontak erat dengan pasien terkonfirmasi AP (Sidoharjo)
4. S (L, 53 tahun) Kec. Sidoharjo. Hasil tracing / kontak erat dengan pasien terkonfirmasi S (Sidoharjo)
5. MNL (L, 14 tahun) Kec. Sidoharjo. Hasil tracing / kontak erat dengan pasien terkonfirmasi S (Sidoharjo)
6. DT (P, 36 tahun) Kec. Gemolong. Hasil tracing / kontak erat dengan pasien terkonfirmasi K (Gemolong)
7. S (L, 38 tahun) Kec. Gemolong. Hasil tracing / kontak erat dengan pasien terkonfirmasi PD (Gemolong)
8. S (L, 57 tahun) Kec. Tanon. Hasil tracing / kontak erat dengan pasien terkonfirmasi A (Sidoharjo)
9. WN (L, 20 tahun) Kec. Mondokan. Hasil tracing / kontak erat dengan pasien terkonfirmasi SS (Mondokan)
10. K (L, 49 tahun) Kec. Mondokan. Hasil tracing / kontak erat dengan pasien terkonfirmasi SS (Mondokan)
11. HW (L, 63 tahun) Kec. Mondokan. Hasil tracing / kontak erat dengan pasien terkonfirmasi SS (Mondokan)
12. MFAF (L, 21 tahun) Kec. Mondokan. Hasil tracing / kontak erat dengan pasien terkonfirmasi SS (Mondokan)
13. S (L, 51 tahun) Kec. Mondokan. Hasil tracing / kontak erat dengan pasien terkonfirmasi SS (Mondokan)
14. S (L, 61 tahun) Kec. Mondokan. Hasil tracing / kontak erat dengan pasien terkonfirmasi SS (Mondokan)
15. S (P, 42 tahun) Kec. Sukodono. Hasil tracing / kontak erat dengan pasien terkonfirmasi AA (Sukodono)
16. ES (P, 35 tahun) Kec. Sidoharjo. Hasil tracing / kontak erat dengan pasien terkonfirmasi AP (Sidoharjo) dan dirawat di RSUD dr. Soeratno Gemolong
17. S (L, 47 tahun) Kec. Sidoharjo. Mempunyai riwayat gagal ginjal. S dirawat di RS dr. Oen Solo
18. NMB (L, 32 tahun) Kec. Karangmalang. Nakes RS di Solo, NMB mempunyai gejala batuk dan dirawat di RSUD dr. Moewardi Solo
19. RS (P, 58 tahun) Kec. Sragen. RS dirawat di RSUD dr. Moewardi Solo

Baca Juga :  Mau Tahu Update Terkini COVID-19 Sukoharjo? Jumlah Warga Terkonfirmasi Positif Sudah Tembus 927 Orang