JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Buntut Video Viral Ratusan Pelamar Berdesakan Sampai Terinjak-Injak di Pabrik Boneka Masaran Sragen, Dinas Isyaratkan Sanksi. Sekda: Biar Jadi Pembelajaran Perusahaan!

Tangkapan layar ratusan pelamar kerja di Pabrik Boneka Masaran, Sragen berdesakan hingga sebagian terinjak-injak. Foto/Wardoyo
madu borneo
madu borneo
madu borneo

 

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sragen menyesalkan insiden kerumunan ratusan pelamar kerja di Pabrik Boneka PT CWI Masaran, Sragen yang berdesakan tanpa protokol kesehatan.

Tidak hanya itu, sanksi pun siap diberikan kepada manajemen apabila terbukti lalai dalam menerapkan protokol kesehatan dalam menjalankan mekanisme penerimaan calon pekerja.

“Ini masih dikaji (sanksi). Kami sangat menyesalkan. Karena sebelumnya tidak memberitahu dan berkoordinasi dengan dinas. Seandainya ada koordinasi, minimal kan bisa dilakukan antisipasi bagaimana mengatur antrian pelamar dengan tetap menjaga protokol kesehatan,” papar Sekretaris Disnaker Sragen, Afif Aji Putra, wartawan, Rabu (23/9/2020).

Sementara, Sekda Sragen, Tatag Prabawanto mengatakan saat ini kasus itu sudah ditangani Disnaker. Soal sanksi memang tidak serta merta, akan tetapi ia berharap insiden itu bisa menjadi pembelajaran bagi manajemen pabrik itu dan perusahaan lain.

“Biar jadi pembelajaran. Ke depan protokol kesehatan dalam situasi sperti ini harus benar-benar dipatuhi,” paparnya ditemui Kamis (24/9/2020) di ruang kerjanya.

Baca Juga :  Tewaskan Wakil Ketua DPRD Pekalongan, Sopir Setwan Pengemudi Mobil Dinas Fortuner Yang Kecelakaan Maut di Tol Sragen Berpotensi Jadi Tersangka. Ini Alasan Polisi!

Tatag menyampaikan Disnaker sudah menggerakkan tim untuk menangani kasus viralnya kerumunan di Pabrik Boneka Masaran.

Apakah pimpinan atau manajemen bakal dipanggil, ia mengatakan hal itu ditangani dinas terkait.

“Yang pasti, kami mengimbau kepada semua perusahaan, yuk kita patuhi protokol kesehatan selama situasi pandemi,” tandasnya.

Seperti diberitakan, sebuah video kerumunan pelamar pekerjaan di Pabrik Boneka PT CWI Masaran, Sragen mendadak jadi sorotan dan viral di media sosial, Rabu (23/9/2020).

Dalam video berdurasi 23 detik itu, menggambarkan kerumunan ratusan pelamar pekerjaan yang berdesak-desakan tanpa protokol kesehatan.

Alih -alih jaga jarak, ratusan pelamar laki-laki dan perempuan itu justru saling desak dan berebut duluan. Bahkan saking berjubelnya, dalam video juga terlihat ada yang sampai terinjak-injak oleh pelamar lainnya.

Video itu kini ramai di media sosial setelah diunggah ke beberapa kanal medsos dan grup-grup facebook. Di antaranya di Info Cegatan Karanganyar dan Info Cegatan Wilayah Sragen (ICWS), Rabu (23/9/2020) pagi.

Baca Juga :  Boncengkan Bibinya Untuk Isolasi, Siswi SMA Asal Gawan Tanon Sragen Malah Ikut Tertular dan Positif Terpapar Covid-19. Kakek Neneknya dan 3 Tetangga Ikut Diswab, Bantuan Logistik Terpaksa Didorong di Depan Pintu

Di ICWS, video itu diunggah dengan kalimat prolog “Susahnya mencari pekerjaan.. 😓

Antri dari jam 1 dini hari demi untuk mendapatkan pekerjaan.
Lokasi Pabrik Boneka di Masaran Sragen”

Video yang sama juga ramai menjadi perbincangan di Instagram. Rata-rata menyesalkan kerumunan yang terjadi di tengah masa pandemi dan imbauan jaga jarak serta protokol kesehatan.

Seperti akun Pratama Pandu di ICWS yang menulis komentar “Lah covid mengintai wie saknemen”

Kemudian beberapa akun juga berkomentar yang sama. Seperti Affandra Hiroshi yang menulis “Kerumunan maneh kui”.

Sedangkan sebagian komentar menyoroti terbatasnya lapangan pekerjaan sehingga membuat pencari kerja berjubel demi mengejar lowongan yang tak seimbang.

Sementara, pihak manajemen pabrik belum bisa dimintai konfirmasi. Sedangkan penjelasan Camat, bahwa saat ini sudah tidak terjadi kerumunan seperti yang ada di video itu. Wardoyo