• Umum
    • Nasional
    • Internasional
    • Featured
    • Sport
    • Opini
      • Sosok
      • Inspirasi
      • KOLOM
  • Daerah
    • Solo
    • Sragen
    • Karanganyar
    • Boyolali
    • Klaten
    • Sukoharjo
    • Wonogiri
    • Jogja
    • Grobogan
    • Magelang
    • Semarang
    • Pantura
  • Wisata
    • Kuliner
    • Piknik
    • Souvenir
  • Info
    • Agenda
    • Event
    • Loker
    • Lomba
    • Penting
  • Market
    • Info Bisnis
    • Ekbis
    • Info Diskon
  • Panggung
    • Film
    • Lifestyle
    • Musik
    • Sastra
    • Seni Budaya
    • Netizen
    • Rehat
  • Edukasi
    • Akademia
    • Pendidikan
    • Kesehatan
Cari
  • JOGLOSEMAR NETWORK :
  • GROBOGAN NEWS
  • JOGLOSEMAR TV
JOGLOSEMAR NEWS
  • Umum
    • Nasional
    • Internasional
    • Featured
    • Sport
    • Opini
      • Sosok
      • Inspirasi
      • KOLOM
  • Daerah
    • Solo
    • Sragen
    • Karanganyar
    • Boyolali
    • Klaten
    • Sukoharjo
    • Wonogiri
    • Jogja
    • Grobogan
    • Magelang
    • Semarang
    • Pantura
  • Wisata
    • Kuliner
    • Piknik
    • Souvenir
  • Info
    • Agenda
    • Event
    • Loker
    • Lomba
    • Penting
  • Market
    • Info Bisnis
    • Ekbis
    • Info Diskon
  • Panggung
    • Film
    • Lifestyle
    • Musik
    • Sastra
    • Seni Budaya
    • Netizen
    • Rehat
  • Edukasi
    • Akademia
    • Pendidikan
    • Kesehatan
Beranda Umum Nasional Dapat Suntikan Dana, Ekskavasi Situs Kumitir Bakal Dilanjutkan Oktober
  • Umum
  • Nasional

Dapat Suntikan Dana, Ekskavasi Situs Kumitir Bakal Dilanjutkan Oktober

Editor :
Suhamdani
-
Selasa, 15/09/2020
Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Pinterest
Email
Mencetak
Copy URL
    Ekskavasi Situs Kumitir di Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto yang berlangsung 4 Agustus - 9 September 2020 / tempo.co

    S

    Ekskavasi Situs Kumitir di Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto yang berlangsung 4 Agustus – 9 September 2020 / tempo.co

    URABAYA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Ekskavasi situs Kumitir di Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur bakal dilanjutkan lagi pada bulan Oktober 2020.

    Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur, Wicaksono Dwi Nugroho, mengatakan, pihaj Balai mendapat suntikan dana dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur.

    Karena itulah, menurut Wicaksono, ekskavasi situs yang mengungkap keberadaan puri atau istana peninggalan masa Kerajaan Majapahit itu bakal segera dilanjutkan lagi.

    Wicaksono yang juga ketua tim ekskavasi di situs itu tak perlu menunggu anggaran dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun depan seperti rencana semula.

    “Kami mendapat dukungan dari Dinas dan DPRD Jawa Timur untuk meneruskan ekskavasi tahun ini. Kalau tidak ada kendala, Oktober ini kami memulai lagi,” kata Wicaksono saat dihubungi, Selasa (15/8/2020).

    Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur, Zakaria Kasimin membenarkan hal itu.

    Dia menerangkan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengeluarkan anggaran Rp 1 miliar untuk ekskavasi di dua tempat, yaitu Situs Kumitir dan Situs Sumberbeji di Jombang.

    “Rinciannya, Rp 800 juta untuk Kumitir, Rp 200 juta untuk Sumberbeji,” kata Zakaria.

    Baca Juga :  Naik Rp 51 Triliun dalam Sebulan, Utang Luar Negeri Indonesia Capai Rp 7.507 Triliun

    Untuk Situs Kumitir, kata dia, konsentrasi penggalian bakal diarahkan ke sisi selatan. Sebab, pada ekskavasi lalu, batas-batas bekas bangunan yang diduga Istana Bhre Wengker dan pendarmaan Mahesa Cempaka di sisi barat, timur dan utara–seperti temuan yang telah dituturkan pada akhir pekan lalu–sudah dipetakan.

    “Tapi ekskavasi tahap pertama itu baru menguak 30 persen dari situs seluas enam hektare ini, langkah selanjutnya adalah ke sisi selatan,” kata Zakaria.

    Seperti diketahui penyampaian kesimpulan atau temuan itu menutup ekskavasi Situs Kumitir yang diawali pada 4 Agustus hingga 9 September lalu.

    Penggalian itu sendiri merangkai ekskavasi setahun lalu, setelah warga setempat menemukan konstruksi talut sepanjang 187,2 meter di tengah ladang.

    Pamong budaya Direktorat Perlindungan Kebudayaan Kemendikbud, Abikusno, berujar Kementerian berkomitmen mendanai  eskavasi Situs Kumitir tahun depan. Anggaran yang telah disediakan, kata Abikusno, sama dengan ekskavasi tahun ini, yakni Rp 700 juta.

    “Dengan asumsi masa ekskavasi sama dan jumlah orangnya sama,” kata Abikusno yang juga anggota Kelompok Kerja Pengamanan dan Penyelamatan Benda Cagar Budaya Bawah Air.

    Baca Juga :  Ratusan Dapur MBG Disetop Lagi, BGN Temukan Masalah Serius di Lapangan

    Wicaksono mengatakan kalau awalnya Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur mengajukan anggaran Rp 10 miliar untuk mendanai keseluruhan eskavasi lanjutan tersebut. Biaya itu, kata dia, antara lain untuk mendeteksi titik-titik situs melalui perangkat lidar, geolistrik dan georadar.

    Selain itu, Balai Cagar Budaya masih menghadapi kendala pembebasan lahan di sejumlah titik situs. Seperti di Situs Kumitir, Wicak mengatakan, beberapa pemilik lahan belum bersedia melepaskan lahannya karena negosiasi soal harga belum beres.

    “Tapi karena ada pandemi Covid-19, anggaran yang disetujui tidak bisa banyak dan dapat Rp 700 juta itu,” kata Wicaksono.

    www.tempo.co

    Bagikan ini:

    • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
    • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
    • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
    • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
    • Lagi
    • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
    • Bagikan ke Pinterest(Membuka di jendela yang baru) Pinterest
    • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
    • Bagikan ke Reddit(Membuka di jendela yang baru) Reddit
    • Berbagi di Tumblr(Membuka di jendela yang baru) Tumblr

    Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

    • TOPIK
    • Ekskavasi situs arkeologo
    Berita SebelumnyaBerikut Daftar Lengkap 8 Warga Sragen Yang Positif Terpapar Covid-19. Kecamatan Masaran Paling Banyak!
    Berita SelanjutnyaMengaku Punya Ilmu Menghilang, Pria Ini Tetap Ketahuan saat Coba Mempraktikkan Ilmunya untuk Mencuri. Baru Belajar Sebulan, Belum Lunasi Biaya Kursus
    Suhamdani

    ARTIKEL TERKAITDARI PENULIS

    Sebut Prabowo-Gibran Beban Bangsa, Dosen UNJ, Ubedillah Badrun Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

    Inpres Swasembada Pangan Dinilai Berisiko, Celios: Bebani APBN, UMKM Terdampak

    Pemerintah Cari 30.000 Manajer Kopdes, Dijanjikan Jadi Pegawai BUMN

    berita TERBARU

    Sebut Prabowo-Gibran Beban Bangsa, Dosen UNJ, Ubedillah Badrun Dilaporkan ke Polda...

    Minggu, 19/04/2026

    KA Bathara Kresna Temper Motor di Rel Bengkong Purwosari Saat CFD...

    Minggu, 19/04/2026

    Inpres Swasembada Pangan Dinilai Berisiko, Celios: Bebani APBN, UMKM Terdampak

    Minggu, 19/04/2026

    Heboh Hilangnya Siswa SMP di Yogya Terkuak, Bukan Diculik, Tapi Mengamankan...

    Minggu, 19/04/2026
    Sapi

    GILA! Bukan Boyolali Wonogiri Atau Karanganyar Sragen, ini Lokasi Peternakan Sapi...

    Minggu, 19/04/2026

    berita POPULER

    Lirik Lagu Wiso Tresno Sragenan yang Lagi Hits

    Kamis, 23/06/2022

    Lirik Lagu Campursari Kangening Ati Sragenan yang Lagi Viral

    Sabtu, 11/06/2022

    Lirik Lagu Sesideman Campursari Sragenan yang Lagi Hits

    Selasa, 14/06/2022

    Lirik Lagu Gelo Campursari Sragenan

    Senin, 20/06/2022

    Suasana Guyub Warnai Perayaan Paskah Lingkungan St Matius Jetis

    Minggu, 19/04/2026

    Prospect Institute Gaungkan Tren Sustainability Communication di Industri Masa Depan ke...

    Sabtu, 18/04/2026
    Hubungi kami: joglosemarnews.com@gmail.com
    • Susunan Redaksi
    • Tentang Kami
    • Terms of Service
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    ©