JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Dijerat Pasal Berlapis, Pelaku Penusukan Syekh Ali Jaber Terancam Pidana Maksimal Hukuman Mati

Tangkapan layar detik-detik penusukan terhadap Syekh Ali Jaber saat mengisi acara tausiyah di Masjid Afaludin Tamin Sukajawa, Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung, Minggu (13/9/2020). Foto: Instagram

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Pelaku penusukan Syekh Ali Jaber, Alpin Andrian, dijerat pasal berlapis atas tindakannya melukai pendakwah kondang itu. Alpin pun kini terancam pidana maksimal hukuman mati.

Disampaikan Kabid Humas Polda Lampung, Komisaris Besar Zahwani Pandra Arsyad, ada empat pasal sekaligus yang disangkakan untuk Alpin, yakni Pasal 340 juncto Pasal 53 KUHP, subsider Pasal 338 juncto 53 KUHP, subsider Pasal 351 ayat 2 juncto Pasal 53 KUHP, serta UU Darurat No 12 Tahun 1951.

“Ancaman hukuman maksimal hukuman mati,” kata Pandra saat dihubungi, Selasa (22/9/2020).

Syekh Ali Jaber ditusuk dengan sebilah pisau oleh Alpin Andrian saat menghadiri acara pengajian dan wisuda Tahfidz Alquran di Masjid Falahudin, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Lampung, pada 13 September 2020 lalu.

Baca Juga :  Kepesertaan 373.745 Penerima Kartu Prakerja Dicabut Lantaran Tak Kunjung Membeli Paket Pelatihan

Akibat insiden tersebut, Syekh Ali Jaber mengalami luka tusukan pada lengan kanan bagian atas dan harus mendapat 10 jahitan. Pelaku yang langsung ditahan oleh para jemaah yang hadir dalam acara itu pun diserahkan ke pihak Kepolisian. Tak lama, polisi menetapkan Alpin sebagai tersangka.

Alpin Andrian (25), pelaku penusukan terhadap pendakwah Syekh Ali Jaber di Masjid Fallahudin, Bandar Lampung, Minggu (13/9/2020). Foto: Istimewa/ Tempo.co

Polisi sempat menduga bahwa pelaku menderita gangguan jiwa, ditambah dengan pengakuan dari keluarga. Namun setelah dilakukan penyelidikan ditetapkan bahwa pelaku dalam keadaan sehat untuk menjalani proses peradilan.

Baca Juga :  Dalam Setahun, Kejaksaan Agung Hentikan Penuntutan 101 Perkara

Melalui proses rekonstruksi didapatkan fakta bahwa pelaku telah membawa pisau yang digunakan untuk melakukan penusukan dari rumah. Sehingga diduga tindakannya sudah direncanakan dengan niatan untuk menghabisi nyawa korban.

Perkembangan terakhir, pada Senin (21/9/2020), Polres Kota Bandar Lampung telah melimpahkan berkas perkara tahap I kasus penyerangan terhadap Syekh Ali Jaber ke Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Bandar Lampung.

“Berkas perkara tahap I sudah selesai sejak dikeluarkannya Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) pada 15 September 2020 lalu dan pelimpahan langsung dilakukan agar berkas dapat segera diteliti oleh JPU,” ujar Pandra.

www.tempo.co