JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Jokowi Ingatkan Kebebasan Berpendapat di Indonesia Kerap Dibajak

Presiden Joko Widodo mengenakan masker dan face shield. Foto: Instagram/ jokowi

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kebebasan berpendapat di Indonesia selama ini kerap disalahgunakan. Hal ini dikatakan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pertemuan virtual di acara Peresmian Pembukaan Konferensi Besar XXIII Gerakan Pemuda Ansor Tahun 2020, Jumat (18/9/2020).

Sebagai negara demokrasi, Jokowi mengatakan, Indonesia telah memberikan ruang kebebasan berpendapat. Apalagi masyarakatnya sangat majemuk.

“Ruang kebebasan itu justru sering dibajak untuk mengklaim dirinya paling benar dan yang lain dipersalahkan, lalu merasa berhak memaksakan kehendak karena merasa paling benar,” kata Jokowi dalam sambutannya.

Baca Juga :  Gedung Balai Kota DKI Jakarta Nyaris Dibakar, Seorang Wanita Paruh Baya Meracau Sambil Bawa Bensin Dalam Botol Air Mineral

Karena itu ia berharap kader GP Ansor dapat meneladani sikap terpuji yang diambil para ulama, untuk selalu tawassuth (sikap tengah-tengah), tawazun (seimbang), i’tidal (tegak lurus), dan tasamuh (toleran) tanpa menghilangkan semangat amar ma’ruf nahi mungkar.

Baca Juga :  Tarik PPN Produk Digital, Pemerintah Sudah Kantongi Rp96 Miliar dari Netflix hingga Spotify

Jokowi mengatakan, warisan semangat para ulama inilah yang membuat GP Ansor selalu dibutuhkan kehadirannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hal itu, kata dia, telah dibuktikan oleh GP Ansor dalam kiprahnya selama lebih dari setengah abad untuk terus berdiri, kokoh memainkan peran sebagai simpul kebangsaan.

“Ini yang saya sejak lama sangat mengapresiasi dan menghargai kiprah GP Ansor,” kata Jokowi.

www.tempo.co