JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Juara Nasional Penataan Pasar Tradisional, Pasar Bung Karno Baturetno Wonogiri Jadi Pilot Project Pelaksanaan e-Retribusi

Launching e-retribusi di Pasar Bung Karno Baturetno Wonogiri, Selasa (1/9/2020). JSNews. Aris Arianto

E retribusi
Launching e-retribusi di Pasar Bung Karno Baturetno Wonogiri, Selasa (1/9/2020). JSNews. Aris Arianto

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pasar Bung Karno Baturetno Wonogiri menjadi pilot project penerapan e-retribusi pasar tradisional di Kota Mete. Selanjutnya, giliran Pasar Kota Wonogiri tutur menerapkan sistem retribusi non tunai itu.

Pemilihan Pasar Bung Karno Baturetno sebagai pilot project bukan tanpa sebab. Menurut Wakil Bupati Edy Santosa, pasar yang dibangun dengan anggaran hampir 50 miliar itu dinilai paling siap.

“Paling siap. Apalagi ditambah prestasi Pasar Bung Karno Baturetno yang dinyatakan sebagai juara dua tingkat nasional lomba penataan pasar tradisional,” ujar Wabup usai meluncurkan program e-retribusi di lantai 2 Pasar Bung Karno Baturetno Wonogiri, Selasa (1/9/2020).

Baca Juga :  POPDA Virtual Jateng 2021, Kontingen Wonogiri Posisi 6 dengan 3 Emas 1 Perak dan 3 Perunggu

Setelah program itu nanti dinilai berhasil dibuktikan dengan evalusi bersama sejumlah pihak, Pasar Kota Wonogiri akan menerapkan sistem e-retribusi pula. Hanya saja belum bisa dipastikan waktu pelaksanaannya. Yang jelas ada banyak harapan ditaruh pada penerapan program baru itu.

“Terobosan baru ini tujuannya menjalankan transparansi agar jelas dan dikontrol. Juga meminimalkan kebocoran, karena non tunai,” beber Wabup.

Baca Juga :  Tak Perlu Jauh-jauh ke Bali, di Wonogiri Ada Wisata Kampung Bali, Lho!

Pihaknya juga berharap e-retribusi mendorong peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

“Semua harapan itu bisa tercapai ketika ada dukungan pemilik kios pasar,” sebut dia.

Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian dan Perdagangan Wonogiri Wahyu Widayati menuturkan, ada 196 pedagang kios pasar yang mengikuti program e-retribusi. Ke depan merambah ke pedagang los juga.

“Retribusi di pasar Bung Karno ada 600 juta lebih,” tutur dia. Aria