JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Mohon Perhatian, Warga Sragen yang Ada di Jakarta Sementara Jangan Pulang Dulu. Bupati dan Gubernur Ganjar Minta Warga Dukung Pelaksanaan PSBB!

Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Foto kolase/Wardoyo
madu borneo
madu borneo
madu borneo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM  — Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengimbau warga Sragen yang ada di Jakarta untuk tidak pulang dulu selama kurun penerapan pembatasan sosial skala besar (PSBB) di ibukota.

Imbauan itu dilontarkan untuk mengantisipasi penyebaran corona virus atau covid-19 yang belakangan makin meningkat. Bupati menyampaikan warga Sragen yang ada di Jakarta sebaiknya bertahan selama penerapan PSBB di Ibukota.

Hal itu lebih baik demi keamanan dan kesehatan diri, keluarga dan keselamatan bersama agar terhindar dari penyebaran covid-19.

“Untuk warga Sragen yang ada di Jakarta, mohon kalau ada yang ingin pulang, untuk sementara selama PSBB sebaiknya tidak pulang dulu. Itu lebih baik untuk yang ada di situ, juga untuk keselamatan yang ada di rumah juga,” paparnya Sabtu (19/9/2020).

Bupati meyakini selama PSBB berlangsung, otoritas pemerintahan di Ibukota pasti sudah mempertimbangkan dengan matang dari berbagai aspek. Termasuk warga perantau dan pendatang, sudah barang tentu juga akan dipikirkan.

Senada, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memberikan dukungan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jakarta. Dengan tegas, Ganjar
meminta seluruh masyarakat Jateng yang tinggal di Jakarta agar membantu menyukseskan program yang digulirkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam penanggulangan wabah virus corona.

Mereka diminta membantu sekuat tenaga agar pelaksanaan PSBB Jakarta berjalan sesuai rencana. Hal itu disampaikan Ganjar usai memimpin rapat percepatan penanganan covid-19 di kantornya kemarin.

Baca Juga :  Berikut Daftar 19 Warga Sragen Yang Positif Terpapar Covid-19 Hari Ini. Klaster Gebang Masaran Meledak Tambah 6 Pasien, 4 Bocah Ikut Tertular!

Ganjar mengatakan, pihaknya sudah intens berkomunikasi dengan Pemda DKI terkait hal itu.

“Penghubung Jateng di Jakarta kami minta intens komunikasi dengan Pemda DKI, apa yang bisa Pemprov Jateng bantu untuk menyukseskan PSBB, khususnya masyarakat Jawa Tengah yang ada di sana. Paguyuban warga Jateng yang ada di sana, saya minta untuk membantu penyelesaian persoalam yang ada di sana, yang sudah menjadi keputusan Pemda DKI,” kata Ganjar.

Menurutnya, langkah itu merupakan wujud sopan santun sebagai seorang pendatang. Diharapkan, warga bisa membantu apa yang bisa dilakukan untuk kesuksesan program Pemda DKI.

“Ini sopan santun kita, sehingga kita bisa membantu apa yang ada di Jakarta agar nanti keputusannya bisa sukses. Dan masyarakat bisa sehat semuanya,” tambahnya.

Ganjar juga lega bahwa komunikasi intens dengan Pemda DKI sebelum pelaksanaan PSBB berjalan lancar. Sampai saat ini, belum ada gejolak yang timbul akibat keputusan itu.

“Saya mengantisipasi kalau ada pemudik, sampai kemarin relatif turun, dalam arti tidak ada pergerakan dan justru lebih sedikit dibanding sebelumnya. Dishub saya minta pantau terus,” katanya.

Terkait nasib warga Jateng yang ada di Jakarta, Ganjar juga telah meminta Dinas Sosial melakukan komunikasi. Ia lega, karena Pemda DKI akan menjamin ketersediaan makan dengan membuat dapur umum di setiap RW.

“Maka urusan permakanan selesai sudah. Kami belum melakukan tindakan yang lebih dari itu, tapi kami memantau tiap hari,” katanya.

Baca Juga :  Awas, Sudah 128 Warga Karanganyar Meninggal Dunia, Jumlah Kasus Positif Covid-19 Terus Bertambah Tembus 684. Suspek Capai 2.199 Orang, Pasien Sembuh 520 Orang

Ganjar juga menghimbau kepada seluruh warga Jateng di Jakarta agar tidak mudik. Sebab menurutnya, Pemda DKI sudah mengatur semuanya dan dipastikan akan lebih nyaman dibanding pengalaman PSBB pertama.

“Akan dibuatkan dapur umum di setiap RW, sehingga nanti yang kesulitan makan, bisa datang ke sana. Nggak usah mudik, kalau ada kesulitan silahkan komunikasi dengan kami. Teman-teman Penghubung Jateng yang ada di sana pasti sudah tahu apa yang harus dilakukan, termasuk relawan yang sudah berpengalaman saat PSBB pertama,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan secara umum Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB Total yang dilaksanakan 14 September 2020 sama dengan pengetatan dalam PSBB Jakarta pada 10 April 2020-4 Juni 2020.

“Iya ini kan pengetatan (seperti sebelumnya), nanti ada item-item mana yang kita izinkan, mana yang tidak,” kata Anies di Balai Kota Jakarta, Jumat, (11/9/2020), kemarin.

Dalam PSBB Total mendatang, Anies Baswedan mengatakan akan ada beberapa yang berbeda dalam isi kebijakannya. Seperti tempat ibadah lokal (lingkungan) bisa jalan, namun yang berskala besar tidak diizinkan.

Jadi sesungguhnya ini akan ada pengetatan tetapi kegiatan-kegiatan di tingkat lokal yang menerapkan prinsip protokol yang benar masih diizinkan. Jadi berbeda kalo bicara isinya nantinya,” ujarnya. Wardoyo/Satria Utama