JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Pemerintah Kota Yogya Mulai Antisipasi Pendatang dari Zona Merah

Kawasan Titik Nol Kilometer Yogya, di ujung jalan Malioboro, tampak sudah kembali dipadati pengunjung pada Sabtu (6/6/2020) petang. Pemerintah DIY sendiri masih memperpanjang masa tanggap darurat hingga 30 Juni 2020 guna memastikan new normal yang diproyeksi paling cepat Juli 2020 / tempo.co


YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  – Pemerintah Kota Yogyakarta mulai mengantisipasi kemungkinan datangnya orang-orang dari luar daerah, menyusul adanya kenaikan jumlah positif Covid-19 di beberapa daerah.

Pemerintah setempat telah menyiapkan sejumlah cara untuk mengawasi lebih ketat kedatangan masyarakat dari zona merah Covid-19, termasuk DKI Jakarta.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X memerintahkan para kepala desa sigap mendata pendatang khususnya asal Jakarta.

Menanggapi perintah itu, Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan sejak Maret atau saat Covid-19 merebak, petugas selalu memantau para pendatang.

Advertisement
Baca Juga :  Polisi Tangkap Komplotan Penipuan Berlian Palsu, Barang Dibeli di Pasar Klewer Rp 25 Ribu, Korban Ditinggalkan di Angkringan Kalasan

“Pengurus Rukun Tetangga dan Rukun Warga punya database pendatang yang bisa dicek di laman covid.jogjakota.co.id,” ujar Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi kepada Tempo, Jumat (11/9/2020).

Dalam monitoring pendatang itu, pengurus kampung di Kota Yogyayakarta selalu siap menanyakan berbagai hal terhadap pendatang tersebut.

Beberapa informasi yang perlu diketahui antara lain data diri, keperluan ke Yogyakarta, lama tinggal, sampai hasil tes Covid-19 baik berupa swab maupun rapid test, dan kesediaan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.

Baca Juga :  Sedang Layani Pembeli, Karyawan Angkringan di Yogya Ini Ditusuk Pakai Pisau Dapur

Ditambah bakal berlaku kembali kebijakan PSBB Jakarta tadi, Heroe juga telah mengimbau pengurus kampung agar lebih waspada dalam memantau pendatang agar tak ada penduduk yang tertular.

Heroe Poerwadi yang juga Wakil Wali Kota Yogyakarta itu melanjutkan instruksi pendataan dan monitoring pendatang tak pernah dicabut sejak awal pandemi Covid-19. Musababnya, di Yogyakarta saat ini justru muncul klaster baru seiring dengan mulai menggeliatnya kunjungan wisatawan.

Halaman:  
« 1 2 Selanjutnya › » Semua