JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Penyebaran Pasien Positif Corona Makin Merata di Solo, Empat Hari Berturut-turut Tambah 2 Digit, Total 440 Kasus

Ilustrasi pemeriksaan virus corona atau covid-19. Foto: Pixabay

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Penyebaran virus Corona semakin merata di seluruh pelosok Kota Solo. Bahkan empat hari belakangan pertambahan pasien positif covid-19 selalu di dua digit angka.

Total dari 53 kelurahan di lima kecamatan di Kota Solo, sudah 43 kelurahan yang tercatat memiliki kasus covid-19, beberapa diantaranya masuk klaster.

Ketua Pelaksana Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Solo, Ahyani menyampaikan, per Kamis (3/9/2020), terdapat penambahan sebanyak 19 orang pasien positif covid-19 baru. Dari jumlah tersebut, termasuk diantaranya penambahan di klaster Manahan.

“Ini makin membuat was-was ya. Terlebih empat hari terakhir penambahannya selalu dua digit. Penambahan dari tracing dan swab mandiri, banyak pula pasien suspek yang naik kelas menjadi positif,” paparnya.

Baca Juga :  Rilis Single Perdana, Saka Unjuk Gigi Dengan "Gelang Putih"

Menurut Ahyani, banyak pasien yang terkonfirmasi positif dalam kondisi sakit alias suspek naik kelas.

“Ini yang perlu diwaspadai karena mereka punya komorbit sehingga berisiko tinggi. Dan seminggu ini penambahan dari suspek selalu ada setiap harinya termasuk yang meninggal semuanya punya penyakit penyerta,” terangnya.

Sedangkan data per Kamis (3/9/2020), tiga kasus dari pasien suspek yang naik kelas dan 16 pasien tambahan positif Covid-19 lainnya enam orang dari hasil tracing kasus sebelumya dan 10 orang diketahui usai swab mandiri.

Baca Juga :  Sumbang 10 Kasus, Klaster Perkantoran di Kecamatan Jebres Tambah Daftar Panjang Kasus Covid-19 di Solo, Kini Total 628 Orang

Ke 19 kasus baru ini merata diantaranya dari Kelurahan Bumi, Jajar, Mojosongo, Jagalan, Banyuanyar, Sumber, dan Kadipiro masing-masing satu orang. Kemudian dari Kelurahan Pajang, Sondakan, Purwosari, Nusukan, Manahan, dan Gilingan masing-masing dua orang.

Dari total 440 kasus, sebanyak 37 orang saat ini menjalani rawat inap, sedangkan 52 orang isolasi mandiri, 332 sembuh dan sebanyak 19 orang meninggal dunia. Sedangkan kumulatif pasien suspek sebanyak 1.112 orang, dengan rincian tiga orang isolasi mandiri, 20 orang rawat inap, 1.038 discard, dan 51 suspek meninggal dunia. Prihatsari