JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Sampaikan Visi Misi Ke KPU Solo, Gibran Ingin Wujudkan Solo Kota Budaya yang Modern, Sedangkan Bajo Usung Isu Ini

Pasangan Bajo dan Gibran-Teguh. Kolase Joglosemarnews.com

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali kota Solo yang mendaftarkan ke KPU Solo Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa (Gibran-Teguh) dan Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo) telah menyampaikan visi misinya ke KPU Solo. Keduanya memiliki visi-misi tercatat dengan perbedaan kontras.

Pasangan Gibran-Teguh menawarkan visi misi yang sesuai dengan realita saat ini terutama di tengah pandemi Corona. Percepatan ekonomi usai pandemi menjadi salah satu visi paling krusial yang akan diusung pasangan dari PDIP tersebut.

Ketua Tim Pemenangan Gibran-Teguh dari PDIP, Putut Gunawan mengatakan, Gibran-Teguh ingin mewujudkan Solo sebagai kota budaya yang modern, tangguh, gesit, kreatif dan sejahtera.

Baca Juga :  Partai Gelora Dukung Gibran dan Bobby di Pilkada 2020, Anis Matta: Dinamika di Daerah

Visi tersebut dijabarkan dalam tujuh misi antara lain memastikan agar tidak ada peningkatan kasus covid 19 dan memberi aman kepada seluruh masyarakat, masyarakat harus dapat melangsungkan kehidupan ekonominya, memajukan tata ruang, pariwisata dan pelestarian budaya untuk kemajuan kota.

“Melalui visi tersebut, merupakan gerakan bersama pemerintah dan segenap warganya untuk membangun karakter Kota Solo sampai tahun 2024. Keempat karakter kota yakni tangguh, kreatif, dan sejahtera menjadi fondasi keberlanjutan sebagai kota modern bermodal warisan budaya,” urainya, Minggu (13/9/2020).

Sementara itu, Ketua Tim Sukses Bajo, Robert Hananto menuturkan, Bajo mengusung visi-misi sandang, pangan dan papan dalam Pilwakot Solo 2020.

Baca Juga :  Tokoh Lintas Agama dan Kepercayaan Dukung Pilkada Damai untuk Kenyamanan Kota Solo

“Pada kenyataannya itu menjadi hal yang sangat sulit. Ketika kita menghadapi sebuah kenyataan pahit tentang getirnya kehidupan, setelah mulai mencari dan mengenal pekerjaan dan mulai melihat arti kedewasaan maka kata sandang, pangan, papan menjadi harapan kita semua,” ujarnya.

Robert menambahkan, visi-misi Bajo tersebut diusung tidak jauh karena Bajo yang berasal dari wong cilik.

“Setiap hari Bajo hidup dan berinteraksi dengan masyarakat kecil. Dan orang yang paling mengetahui tentang bagaimana pahitnya kehidupan adalah orang yang paling mengalami,” tukasnya. Prihatsari