JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Semua Pegawai dan Nakes Sembuh dari Covid-19, Dirut RSUD Sragen Pastikan Kondisi Sudah Aman. Masyarakat Diminta Tak Takut Lagi Berobat ke RSUD!

Ilustrasi RSUD Sragen zona aman. Foto/Istimewa
Ilustrasi RSUD Sragen zona aman. Foto/Istimewa

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soehadi Prijonegoro Sragen memastikan pelayanan kesehatan sudah berjalan normal kembali.

Dua ruangan yakni Wijayakusuma dan Teratai yang sebelumnya digunakan untuk mengisolasi pegawai dan nakes terpapar covid-19, saat ini sudah dikembalikan fungsinya untuk pelayanan pasien.

Hal itu disampaikan Dirut RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen, Didik Haryanto, Rabu (16/6/2020). Ia mengatakan saat ini sudah tidak ada pekerja RSUD Sragen, baik tenaga kesehatan maupun tenaga non kesehatan yang dirawat karena covid-19.

Para pegawai yang sebelumnya terpapar covid-19 berangsur sembuh dan kini semuanya sudah dinyatakan normal kembali.

Kemudian, dari lebih dari 800 pegawai baik tenaga kesehatan maupun non kesehatan yang telah menjalani swab test, mayoritas juga sehat.

“Semua poli sudah kita buka kembali sejak Kamis (10/9/2020) lalu. Dan kondisi RSUD Sragen dipastikan aman.  Pelayanan berangsur normal meski dengan pembatasan. Jadi masyarakat tidak perlu takut berobat,” paparnya kepada wartawan, Rabu (16/9/2020).

Baca Juga :  Wilayah Rawan Kekeringan di Sragen Meluas. BPBD Sebut Naik 70 % Menjadi 249 Dukuh, Warga Tangen Mengaku Sudah Malu dan Bosan Didroping

Didik menguraikan meski demikian, kunjungan pasien memang belum pulih secara normal seperti sebelum Covid-19.
Ia mengakui ada penurunan jumlah pasien yang berobat selama covid-19 melanda.

“Kemarin sekitar 200-300 rata-rata selama Covid-19, sebelumnya lebih dari 600 pasien,” terangnya.

Penurunan itu tak lepas dari kebijakan pembatasan jumlah pasien selama Covid-19. Dalam satu poli, batasan pasien perhari hanya antara 20-30 orang saja.

Langkah itu dilakukan sebagai upaya memproteksi tenaga medis agar tak sampai kelelahan dalam memberi pelayanan serta menghindari kerumunan antrian.

”Kalau tidak kelelahan potensi untuk tertular juga kecil,” terangnya.

Dia bersyukur dari total para pekerja di RSUD Sragen mencapai 868 orang. Sekitar 400 orang diantaranya tenaga medis.

Sebelumnya ada 84 kasus pegawai dan 31 di antaranya nakes yang terpapar covid-19.

“Karena sudah terpetakan, sekarang kalau ada yang positif kita beri pilihan untuk isolasi mandiri atau isolasi yang disediakan pemkab,” jelasnya.

Didik menjelaskan nakes yang tertular jauh lebih sedikit daripada non nakes. Menurutnya, selama ini manajemen sudah berupaya maksimal sebagai upaya melindungi nakesnya.

Baca Juga :  Bupati Yuni Umumkan Sragen Turun Jadi Zona Oranye Covid-19. Tegaskan Hajatan Tidak Dilarang, Soal Izin Keramaian Kewenangan Polres!

Ia juga menyebut belum tentu juga yang terpapar covid-19 itu yang tertular dari RSUD, mengingat mereka bekerja hanya 8 jam di rumah sakit.

“Ada kemungkinan juga dari lingkungan luar,” imbuhnya.

Dengan tidak ada lagi yang diisolasi, manajemen memastikan kondisi RSUD kini lebih aman karena sudah memetakan zona-zona yang berbahaya. Aman dalam artian jika masuk ke zona yang dirasa rawan juga ada SOP yang wajib dipatuhi.

”Diluar rumah sakit juga tidak jamin lebih aman. Dengan hasil swab test kemarin kita bisa memotret diri kita, makanya kita yakinkan pelayanan akan aman,” terangnya.

Sementara wakil Direktur dr. Udayanti menyampaikan karena ada pembatasan pelayanan di Poli maka pasien yang terlambat mendaftar hari pertama diperioritaskan untuk mendapat antrian awal pada hari berikutnya.

”Jadi yang belum terlayani kita prioritaskan,” terangnya. Wardoyo