JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Viral PNS Neko-neko Bikin Video Penggalangan Dana karena Punya Utang Bank Rp 150 Juta. Bukannya Dapat Empati Tapi Malah Dihujat Netizen dan Disarankan Berobat ke Psikiater

Tangkapan layar video viral oknum PNS buat penggalangan dana karena punya utang bank Rp150 juta. Foto: YouTube

JOGLOSEMARNEWS.COM Sebuah video penggalangan dana yang dibuat oleh seorang wanita berstatus pegawai negeri sipil (PNS) menjadi viral di media sosial. Wanita tersebut mengaku memiliki utang di bank sebesar Rp150 juta.

Dalam video yang diunggah di kanal YouTube itu, seorang wanita PNS bernama Yessi Indola Sari, yang mengaku berdinas di RSUD Muaradua, OKU Selatan, meminta bantuan dana untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Oknum PNS itu juga memaparkan tentang utang miliknya, hingga gaji yang diterima perbulannya sebesar Rp498.017 yang tidak bisa untuk menutupi kebutuhan hidup sehari-hari.

Dia juga menceritakan kesulitan yang dialami keluarganya, mulai dari ayah yang sudah meninggal karena kecelakaan tunggal, dan uang pensiunan ibu yang juga sudah digunakan untuk mengangsur pinjaman bank. Di akhir video, wanita itu juga memberikan nomor telepon serta nomor rekeningnya.

Baca Juga :  Dijerat Pasal Berlapis, Pelaku Penusukan Syekh Ali Jaber Terancam Pidana Maksimal Hukuman Mati

Saat dikonfirmasi via telepon, Yessi Indola Sari membenarkan yang ada pada video tersebut adalah dirinya, ia berasalan pinjaman kebank karena untuk keperluan pindahan rumah dari Muaradua ke Kota Palembang.

“Bener itu video saya, yang ngunggah video itu bukan orang lain saya sendiri, saya pinjam ke bank karena untuk pindahan dari Kota Muaradua ke Palembang,”ujarnya.

Menanggapi video viral PNS bernama Yessi Indola Sari itu, Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten OKU Selatan menyarankan kepada yang bersangkutan untuk mengambil cuti.

Kepala BKPSDM Kabupaten OKU Selatan Eva Nirwana, melalui Kasubid pengadaan dan Pemberhentian Pegawai Wahid akan berkoordinasi pada pihak keluarga untuk pemberian cuti untuk keperluan berobat.

“Secara aturan dia harus diberikan cuti sakit untuk berobat. Akan tetapi ini harus diurus oleh keluarga kita akan berkoordinasi dengan keluarga karena disarankam berobat ke psikiater terlebih dahulu,” ujar Wahid.

Baca Juga :  Korban Lapindo Sambut Baik Rencana PUPR Ajukan Usulan Rp 1,5 T untuk Ganti Rugi

Pascaviralnya video tersebut, Wahid mengatakan Direktur RSUD Muaradua telah berkoordinasi dengan pihaknya dan inspektorat untuk meminta petunjuk terkait permasalah oknum pegawai tersebut yang dinilai telah layak diberikan izin cuti untuk berobat.

“Direktur sudah bersurat ke BKPSDM meminta arahan dan terlanjut tersebut bahkan sudah dibahas oleh inspektorat juga dia harus diberikan cuti oleh inspektorat,”tambah Wahid.

Sementara itu netizen juga menanggapi sinis video tersebut dengan menyebut masih banyak orang yang membutuhkan dan lebih pantas mendapatkan bantuan.

“Saudari yang pinjam uang orang yang mau repot, masih banyak lagi yang butuh bantuan bahkan hidupnya bukan PNS, tidak pernah sampai terungkap mau melakukan penggalangan dana,” tulis netizen di komentar YouTube.

www.tribunnews.com