
JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Di media sosial belakangan viral sebuah video yang memperlihatkan antrean ambulans. Disebutkan jika antrean ambulans tersebut tengah membawa pasien positif Covid-19 dan hendak menuju Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran.
Ada beberapa video yang serupa namun diambil dari sudut yang berbeda. Tapi semuanya memperlihatkan sejumlah mobil ambulans yang sedang antre. Lampu sirine tampak menyala terang karena video diambil saat langit sudah gelap.
Pada bagian deskripsi video, dituliskan jika antrean ambulans tersebut sedang membawa pasien positif Covid-19 dan hendak masuk ke area RS Darurat Wisma Atlet. Dalam video juga terlihat sejumlah orang yang mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap berjalan di sekitar ambulans yang sedang antre.
Salah satu yang mengunggah rekaman video antrean ambulans adalah dokter Andi Khomeini Takdir, yang menngunggah video tersebut di Twitter pada Selasa (15/9/2020). Ia pun membenarkan jika antrean ambulans dalam video tersebut sedang membawa pasien Covid-19 yang hendak masuk ke RS Darurat Wisma Atlet di Kemayoran.
“Ambulans ngantre masuk RSDC Wisma Atlet. Malam ini… dan banyak yang nyari ruang perawatan intensif. Yang sehat tolong jaga diri. Yang sakit kita doakan agar segera pulih. Episode ini bukanlah episode yang mudah bagi kita sebagai sebuah bangsa. Tapi inilah waktu kita bersatu,” tulisnya di Twitter.
Diakuinya, video tersebut bukan miliknya dan ia hanya mengunggahnya setelah sebelumnya ramai dibagikan di grup WhatsApp dan media sosial.
Terkait video antrean ambulans yang viral, Koordinator Dokter Umum di RS Darurat Wisma Atlet, Letda Laut Kesehatan Tommy Antariksa membenarkan jika ambulans tersebut membawa pasien Covid-19. Ia mengatakan, telah terjadi peningkatan pasien Covid-19 yang datang ke Wisma Atlet.
“Sejak sekitar dua minggu lalu, cuma puncak-puncaknya seminggu terakhir ini,” kata Tommy saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (16/9/2020).
Menurut Tommy, sejak pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta, terjadi peningkatan sampai dua kali lipat per hari. “Apalagi kita baru buka tower 5. Tower 5 ini untuk pasien yang tanpa gejala, makanya semakin banyak yang datang,” katanya.
Lebih lanjut Tommy menyampaikan, pasien-pasien yang datang ke RS Darurat Wisma Atlet adalah rujukan dari Puskesmas yang melakukan swab test sendiri. “Akhirnya dibawa ke sini dengan ambulans,” katanya.
Diungkapkan Tommy, sebelumnya pasien positif Covid-19 tanpa gejala memang masih diperbolehkan datang sendiri ke Wisma Atlet dan mengajukan diri untuk isolasi. Namun sekarang sudah tidak bisa lagi. “Kalau dulu masih bisa, sekarang sudah tidak bisa. Jadi harus pakai rujukan karena semakin banyak orang,” katanya. Liputan 6
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














