JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Pantura

10 Santri dan 15 Pegawai UPPKB Kena Virus Corona, Inilah Langkah Cepat Pemkab Batang

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang, yang juga menjabat Juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Batang, Mukhlasin. Istimewa
madu borneo
madu borneo
madu borneo

BATANG, JOGLOSEMARNEWS.COM — Pemerintah Kabupaten Batang bergerak cepat, sejak ditemukan kasus baru positif Covid-19, di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) dan Unit Pelayanan Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) atau jembatan timbang di Kecamatan Subah.

Juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Batang, Mukhlasin, menginformasikan bahwa sebanyak 10 santri Ponpes dan 15 petugas Unit Pelayanan Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Subah, Kabupaten Batang, dinyatakan positif covid-19.

“15 orang petugas UPPKB Subah yang dinyatakan positif COVID-19 itu memang bukan orang Batang dan sudah menjalankan isolasi mandiri. Adapun untuk 10 santri sudah kami lakukan tes usap dan dinyatakan positif covid-19,” imbuh dia, saat dikonfirmasi kemarin.

Baca Juga :  Dilaunching di Lingkungan Kawasan Industri, BRT Kendal-Mangkang Resmi Beroperasi

“Kami memantau perkembangan dan memberikan edukasi, serta melakukan tracking ke seluruh pengurus dan santri ponpes. Termasuk merekomendasikan untuk menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar tatap muka sampai tracing dan trakingnya selesai atau disebut lockdown sementara,” sambung Mukhlasin yang juga menjabat Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang.

Ia mengungkapkan, ada 10 santri dari Pondok Pesantren (Ponpes) Selamat dan 15 petugas UPPKB, yang dinyatakan positif terpapar Covid-19 dengan status Orang Tanpa Gejala (OTG). Hal ini diketahui, setelah hasil tes swab mereka keluar dari laboratorium yang ada di Semarang.

Baca Juga :  Dilaunching di Lingkungan Kawasan Industri, BRT Kendal-Mangkang Resmi Beroperasi

Untuk meminimalisasi penyebaran Covid- 19, pihaknya meminta supaya Ponpes Selamat melakukan isolasi mandiri. Sedangkan 15 petugas UPPKB Subah yang dinyatakan positif Covid-19, lanjutnya, sudah melakukan isolasi mandiri. Kebetulan mereka semua bukan merupakan warga Kabupaten Batang.

“Kami meminta agar UPPKB Subah ditutup selama empat hari, untuk dilakukan pembersihan dengan disemprot disinfektan,” pinta Muchlasin.

Dia menerangkan, awalnya, petugas dari puskesmas Subah melakukan rapid tes terhadap sejumlah santri di Ponpes Selamat, Desa Jrakahpayung, Kecamatan Tulis dan petugas UPPKB Subah. Langkah tersebut diambil dengan pertimbangan, kedua tempat tersebut rentan terhadap penyebaran Covid-19. Frieda|Satria Utama