JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Angka Stunting Karanganyar Menurun, Tapi Bupati Ungkap Ada 5 Desa Yang Masih Tinggi Stuntingnya. Simak Nama Desanya!

Ilustrasi stunting

 

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar berkomitmen untuk melakukan upaya percepatan pencegahan anak kerdil (stunting).

Salah satunya dengan penggalangan komitmen konvergensi stunting oleh kepala daerah dan pemangku kebijakan yang dilaksanakan di  Rumah Atsiri Kecamatan Tawangmangu. Selasa (13/10/20).

Peserta yang hadir diantaranya kepala OPD, camat, kepala desa, kepala puskesmas, perwakilan Rumah Sakit, Dinkes, Setda, PKK maupun Organisasi profesi, sejumlah kurang lebih 100 orang.

Dalam laporannya Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar, Purwati mengatakan bahwa stunting menjadi masalah gizi yang dihadapi dunia, khususnya negara berkembang seperti Indonesia.

Stunting sangat berhubungan dengan terjadinya kesakitan, kematian  menurunnya daya tahan tubuh, produktifitas, kurangnya kecerdasan dan perkembangan otak sub optimal sehingga ini akan menghambat perkembangan motorik maupun mental.

Baca Juga :  Pelaku Seni Karanganyar Rindukan Musik Keroncong dan Wayang Bisa Masuk Di Kurikulum Pendidikan Budaya Lokal. Begini Reaksi Maestro Keroncong Endah Laras

Lebih lanjut diterangkan bahwa dampak stunting tidak hanya dialami oleh individu atau manusianya saja tapi berdampak pada ekonomi dan pembangunan.

“Walaupun stunting di Kabupaten Karanganyar dari tahun ke tahun menurun tetapi kita harus terus berupaya agar angka ini bisa ditekan”, imbuhnya.

Prevalensi stunting di Kabupaten Karanganyar Tahun 2016 sebesar 24,1% 2017 sebesar 22,6%, 2018 sebesar 13,8 dan 2019 sebesar 6,3%.

Sedangkan kecamatan yang paling tinggi angka stunting di Tahun 2019 adalah Kecamatan Jumapolo, Kecamatan Jatiyoso, Kecamatan Jenawi dan Kecamatan Karangpandan.

Beberapa faktor yang mempengaruhi stunting diantaranya faktor maternal, lingkungan rumah, pemberian makanan  pemberian asi saat menyusui, pola asuh ,infeksi, ekonomi, sosial, budaya, sanitasi dan air.

Baca Juga :  5 Tahun Tak Dinaiki, Sebuah Mobil BMW Mulus Warga Wonogiri Mendadak Langsung Terbakar Hebat Saat Dibawa Ke Bengkel Karanganyar

Dengan menurunnya angka stunting diharapkan mampu menciptakan generasi penerus yang sehat, cerdas dan berdaya saing.

Sementara Bupati Karanganyar Juliyatmono dalam sambutannya mengingatkan akan pentingnya perilaku hidup bersih sehat dengan gaya hidup baru.

Kepada pihak terkait diminta untuk terus menekan angka prevalensi stunting  sekecil mungkin. Khususnya di lima desa yakni Desa Petung, Tlobo, Kadipiro, Kwangsan dan Gondangmanis yang angkanya masih relatif tinggi.

Melalui Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar, Bupati meminta agar seluruh bidan desa terus melakukan pengecekan dan pendataan.

“Ditindaklanjuti lewat bidan desa agar ibu hamil didata, diberi edukasi yang baik, konsumsi gizi yang dimakan sudah terpenuhi atau belum, kalau belum dilakukan pendataan nanti diberikan tambahan makanan oleh pemerintah”, pungkasnya. Wardoyo