JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Geber Saber Pungli, Bupati Karanganyar Ungkap Sering Terima Keluhan Pelayanan di Disdukcapil. Begini Keluhan Masyarakat Yang Masuk!

Bupati Karanganyar saat berbicara dalam rakor Saber Pungli. Foto/Humas

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Bupati Karanganyar Juliyatmono hadir dalam rapat koordinasi Satgas Saber Pungli (Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar) Kabupaten Karanganyar Tahun 2020 di Ruang Anthurium Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Rabu (7/10/20).

Turut hadir pula Wakil Bupati Karanganyar Rober Christanto, jajaran Forkopimda dan anggota tim Satuan Tugas Saber Pungli Kabupaten Karanganyar.

Rakor bertujuan untuk menyamakan persepsi dan pemahaman dalam rangka mendukung usaha pemberantasan pungutan liar.

Serta mewujudkan Satuan Tugas Saber Pungli yang profesional dalam rangka membangun budaya masyarakat anti pungutan liar.

Baca Juga :  Hajatan Mulai Banyak Blong-Blongan, Karanganyar Kembali Masuk Zona Merah Covid-19. Dinkes Minta Pengawasan Diperketat, Warga Diminta Lebih Taat

Pada kesempatan itu Juliyatmono meminta supaya Satgas Saber Pungli berkomitmen membantu pemerintah dalam meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat.

“Salah satunya sosialisasi yang bertujuan mencegah hal-hal yang melanggar ketentuan, minimal mengingatkan. Harapannya bisa meningkatkan persepsi masyarakat terhadap pelayanan dan mencegah praktik tidak benar,” jelasnya.

Ditambahkan, untuk mengukur kepuasan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah dapat dilihat dari media sosial serta laporan yang masuk melalui smartphone miliknya.

Baca Juga :  Awas, Anggaran Pilkada Semua Daerah di Masa Pandemi Bisa Membengkak 2 Kali Lipat. KPU Jateng Sebut Yang Nekat Melanggar Prokes, Pilkadanya Bisa Dihentikan!

Bupati mengungkapkan, kerap menerima laporan dan keluhan dari masyarakat terkait pelayanan di instansi pemerintah. Dia mencontohkan, keluhan yang disampaikan masyarakat terkait pelayanan Disdukcapil.

Salah satunya keluhan soal lambatnya pelayanan antrian E-KTP.

“Lambat melayani KTP, “Antri suwe ora ndang diceluk (sudah menunggu lama tidak kunjung dipanggil)”, kalau lainnya relatif cukup baik. Sekecil apapun masyarakat yang tidak terlayani dengan baik itu akan mengirim pesan melalui aplikasi pesan singkat,” ucapnya. Wardoyo