JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Magelang

Pemudik di Purbalingga akan Dipasangi Gelang

Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Purbalingga Sarwa Pramana, pada acara Media Gathering di Pendopo Dipokusumo Purbalingga, belum lama ini. Istimewa
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

PURBALINGGA, JOGLOSEMARNEWS.COM — Penggalakkan program pemberian gelang kepada para pemudik yang pulang ke Purbalingga mulai digulirkan. Jelang libur panjang akhir Oktober ini, Pemerintah Kabupaten Purbalingga mengaktifkan lagi program pemberian gelang penanda kepada para pemudik yang baru datang dari luar kota. Kebijakan tersebut diberlakukan kembali guna memutus mata rantai penyebaran virus Corona di Purbalingga.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Purbalingga Sarwa Pramana, pada acara Media Gathering di Pendopo Dipokusumo Purbalingga, belum lama ini. Menurut Sarwa, pihaknya menggunakan kebijakan antisipatif seperti yang dilakukan pada saat lebaran, antara lain memperketat perbatasan terutama di delapan jalur keluar masuk Purbalingga.

Baca Juga :  Ganjar Umumkan Kenaikan UMK di 35 Kabupaten dan Kota di Jawa Tengah Saat Kunjungi Pengungsi Merapi, Ini Daftar Lengkapnya

“Sepakat untuk pemberian gelang pada para pemudik yang masuk ke Purbalingga dan ada delapan titik pintu masuk Purbalingga. Kita akan coba posko di sana dan tadi Satpol PP sudah siap untuk membantu di sana, sehingga mudah-mudahan ini bisa berjalan, karena masih ada waktu untuk mempersiapkan itu,” jawabnya.

Kepala Dinas Perhubungan Purbalingga, Yani Sutrisno Udi Nugroho, menjelaskan, pihaknya akan bekerja sama dengan dinas kesehatan, satlantas, dan satpol PP untuk melakukan pengecekan awal kondisi kesehatan para penumpang kendaraan umum dari luar kota yang masuk ke terminal-terminal di Purbalingga.

Baca Juga :  Wagub Jateng Taj Yasin Imbau Bantuan dari Donatur untuk Pengungsi Merapi Dititipkan di Kecamatan, Ternyata ini Alsannya

Para penumpang dengan suhu tubuh di atas 37,5 derajat akan dicatat identitasnya. Mereka juga diminta untuk melakukan karantina mandiri, dan dipantau oleh para petugas kesehatan di desa tujuan masing-masing.

“Sesuai SOP, penumpang yang suhu badannya lebih dari 37,5 derajat akan dicatat identitas, asal, dan tujuannya, Lalu, data tersebut akan dikoordinasikan dengan dinas kesehatan yang akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan petugas kesehatan desa,” tambahnya. Satria Utama