JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kendati Pollycarpus Budihari Priyanto sudah meninggal lantaran terpapar Covid-18, namun pengungkapan kasus pembunuhan Munir perlu dilanjutkan. Bahkan, kematian Pollycarpus perlu diselidiki secara lengkap untuk menghindari kecurigaan-kecurigaan.
Hal itu dikatakan oleh Sekretaris Jenderal Komite Aksi Solidaritas untuk Munir (Kasum), Bivitri Susanti.
Sebelumnya, Kasum mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Pollycarpus Budihari Priyanto. Kasum menilai penyebab kematian mantan terpidana kasus pembunuhan perlu diselidiki.
“Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari kecurigaan-kecurigaan terkait meninggalnya Pollycarpus,” kata Bivitri Susanti, lewat keterangan tertulis, Minggu (18/10/2020).
Bivitri menilai sebagai pelaku lapangan, Pollycarpus memiliki banyak informasi mengenai pembunuhan Munir. Terutama informasi tentang atasan yang memerintahkan dia.
“Oleh karenanya, penyelidikan atas meninggalnya Pollycarpus perlu dilakukan secara objektif dan terbuka oleh otoritas yg berwenang,” kata Bivitri.
Bivitri mengatakan walaupun Pollycarpus telah meninggal dunia, penyelidikan kasus pembunuhan Munir tidak boleh berhenti. Dia mengatakan kematian Pollycarpus bukan halangan karena sebenarnya sudah muncul banyak bukti di persidangan. Pollycarpus, kata dia, tidak sendirian dalam melakukan pembunuhan terhadap Munir.
“Masih ada yang perlu dicari dan ditemukan oleh negara untuk diadili dan dihukum,” kata dia.
Menurut Bivitri, masalah pengungkapan kematian Munir bukan pada bukti, namun tidak adanya kemauan politik dari pemerintah untuk mengungkap kasus pembunuhan ini hingga tuntas.