JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Warga Karanganyar, Catat Baik-Baik, Menteri Pertanian Janji Siap Penuhi Kebutuhan Pupuk Petani Karanganyar 100 %!

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo saat berkunjung ke Karanganyar kemarin. Foto/Humas
madu borneo
madu borneo
madu borneo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kabar gembira untuk petani di Kabupaten Karanganyar. Saat Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berkunjung di Kragan, Kecamatan Godangrejo Karanganyar, Bupati Karanganyar Juliyatmono mengeluhkan susahnya pupuk pada masa tanam III seperti sekarang ini.

Sejurus kemudian, Mentan meminta kebutuhan pupuk di Karanganyar untuk dicukupi.

“Masyarakat sangat senang dan bangga atas kedatangan Pak Menteri ke Desa Kragan, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar. Tapi masalahnya pak menteri, setiap musim tanam III pupuknya selalu kurang,” papar Juliyatmono saat memberikan sambutan kunjungan Mentan dalam Integrated Farming untuk mewujudkan Kedaulatan Pangan

Baca Juga :  Hajatan Mulai Banyak Blong-Blongan, Karanganyar Kembali Masuk Zona Merah Covid-19. Dinkes Minta Pengawasan Diperketat, Warga Diminta Lebih Taat

Orang nomor satu di Karanganyar menambahkan beberapa saat lalu sudah mengajukan pupuk ke propinsi dan sudah disetujui. Bupati mengatakan masyarakat Karanganyar diminta menanam apapun siap bersedia.

Kabupaten Karanganyar mempunyai luas 77.000 hektar, dengan lahan pertanian sekitar 23.000 hektar.

Sedangkan dari lahan pertanian tersebut, yang ditanami padi sekitar 50.000 hektar. Setiap tahun Kabupaten Karanganyar surplus beras 150.000 ton per tahun.

“Kita ingin Karanganyar menjadi penyangga pangan nasional.  Jika petani sering mengeluhkan hama hama tikus atau  wereng terapinya sederhanya yakni sedekah. Namun demikian, pasca hama tersebut biasanya hasilnya 2 kali lipat,” ungkap Bupati.

Baca Juga :  Awas, Anggaran Pilkada Semua Daerah di Masa Pandemi Bisa Membengkak 2 Kali Lipat. KPU Jateng Sebut Yang Nekat Melanggar Prokes, Pilkadanya Bisa Dihentikan!

Sementara Menteri Pertanian, Syahrul Yasim Limpo meminta direktur pupuk untuk tidak pulang jika masalah pupuk tidak selesai.

Pihaknya meminta stafnya untuk menyelesaikan pupuk di Karanganyar 100 persen. Hanya saja, Mantan Gubernur Sulawesi Selatan tersebut meminta sepanjang SOP diterapkan dengan benar tidak masalah.

“Yang tidak boleh itu korupsi. Misalnya, pupuk untuk padi namun dialihkan ke kebun itu yang dinamakan korupsi. Nanti bisa ditangkap sama pak Kajari karena subsidi untuk padi dan bukan yang lain,” imbuhnya. Wardoyo