JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Positif Covid-19, Pengantin asal Kedawung Sragen Langsung Dikarantina Usai Menikah. Enam Warga Akhirnya Mau Diswab Tapi Minta Dijemput di Balai Desa

Ilustrasi positif covid-19. Foto/Pixabay
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

 

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebanyak enam warga di Dukuh Tanjung dan Marditani, Desa Celep, Kecamatan Kedawung, Sragen akhirnya mau menjalani swab test. Mereka bersedia diswab namun dengan permintaan tidak dijemput di rumah mereka melainkan dijemput di balai desa.

Hal itu disampaikan Satgas Covid-19 Desa Celep, Sukadi, Selasa (20/10/2020). Kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , ia mengatakan enam warga yang kontak erat dan sempat menolak diswab itu sudah melunak dan bersedia.

Dua warga dari Dukuh Tanjung dan empat dari Marditani, sudah bersedia diswab pada Senin (19/10/2020). Mereka akhirnya mau diswab setelah mendapat penjelasan dan pengarahan dari tim desa, Muspika dan Kepala Puskesmas Kedawung 2 pada dua malam lalu.

“Sudah ada enam warga yang bersedia diswab. Tapi mereka minta dijemput di balai desa, tidak dari rumah. Kemarin memang ada salah paham saja. Karena takut ada stigma negatif di masyarakat, kalau dijemput ambulans dari rumah itu kesannya dianggap sudah positif dan talut dikucilkan warga,” papar Sukadi.

Tokoh Desa Celep itu juga menyampaikan saat ini masyarakat sudah kembali kondusif. Gejolak dan ancaman penolakan swab yang sempat terjadi sudah mereda.

Selama menunggu hasil swab, warga juga diminta karantina mandiri di rumah terlebih dahulu. Terkait kondisi itu, Sukadi menyebut Satgas Desa juga langsung memberikan bantuan jatah hidup (Jadup) berupa sembako kepada mereka yang menjalani karantina mandiri tersebut.

Baca Juga :  Meroket, Pasien Meninggal Terkonfirmasi Positif COVID-19 di Sukoharjo Tambah 3 Orang, Total Kasus Naik 65 Hingga Tembus 1.489

“Itu sebagai bentuk dukungan kepada warga kami yang harus karantina menunggu hasil swab. Jadi tidak hanya yang sudah positif dan dikarantina saja yang diberi jadup,” terangnya.

Lebih lanjut, Sukadi tidak menampik jika ada beberapa warga di desanya yang terkonfirmasi positif covid-19. Termasuk seorang pengantin perempuan berinisial R yang kemudian dikarantina setelah pernikahan.

“Yang pengantin perempuan itu sudah menjalani karantina dan hasil swab kedua sudah negatif,” terangnya.

Sebelumnya, sejumlah warga di desa itu sempat membuat geger setelah menolak diswab dan bahkan mengancam akan membakar ambulans di Desa Celep, Kecamatan Kedawung, Sragen.

Padahal dalam dua pekan terakhir, kasus positif covid-19 di desa itu sudah mencapai 13 orang. Ironisnya, tak hanya warga biasa, ada Ketua RT dan Kadus atau kepala dusun di desa itu yang juga sudah positif terpapar covid-19.

Data yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM dari Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sragen, ledakan kasus covid-19 di desa itu berawal sekitar sepekan silam.

Baca Juga :  Pemerintah Akui Ada Peningkatan Kasus Covid-19 Pasca Libur Panjang Oktober Lalu

Kala itu awalnya ada satu tenaga kesehatan (Nakes) sebuah rumah sakit swasta asal desa setempat berinisial S, yang terpapar covid-19.

Setelah itu kemudian beruntun beberapa warga yang positif terpapar covid-19 setelah terlacak kontak erat dengan pasien positif dari daerah lain.

Celakanya, dari beberapa warga yang positif itu kemudian hasil tracingnya juga menunjukkan warga kontak erat akhirnya tertular dan ikut positif.

Sehingga sampai Sabtu (18/10/2020) setidaknya ada 13 warga yang dikarantina di Technopark Sragen karena positif covid. Dari data di Gugus Tugas, warga yang positif terpapar itu di antaranya berinisial S (nakes), lalu R, T, P, G, D, dan E.

Di belakangnya ada Kadus berinisial S, J, N, B, R, terakhir satu pasien hasil tracing dari Laweyan. Kasus positif itu mayoritas berada di Dukuh Tanjung dan Marditani.

Di dua dukuh inilah yang kemudian sempat terjadi insiden penolakan warga yang terlacak kontak erat, untuk diantar swab test.

Di dua dukuh itu pula, petugas Puskesmas sempat kewalahan dan akhirnya menyerah karena warga menolak dan bahkan sampai mengancam akan membakar mobil ambulans. Wardoyo