JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Terus Meroket, Kasus Positif Covid-19 Karanganyar Melambung Jadi 642 Kasus. Jumlah Warga Meninggal Probabel Hingga Positif Mencapai 124 Orang

Peta sebaran covid-19 Karanganyar hingga Minggu (18/10/2020). Foto/Wardoyo
madu borneo
madu borneo
madu borneo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus corona virus atau covid-19 di Karanganyar terus menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan.

Hingga Minggu (18/10/2020) ini, jumlah kasus positif covid-19 di Bumi Intanpari sudah meroket mencapai 632 kasus.

Tidak hanya itu, jumlah pasien suspek juga meroket melampaui 2.000 orang. Kemudian tren warga meninggal juga makin mengkhawatirkan.

Fakta itu terungkap dari data update covid-19 yang dirilis oleh website resmi Pemkab Karanganyar di laman covid19.karanganyarkab.go.id.

Berdasarkan data terbaru yang dirilis hingga Minggu (18/10/2020) pagi, jumlah kasus positif covid-19 sudah mencapai angka 642.

Baca Juga :  Pelaku UKM Karanganyar Yang Bangkrut dan Butuh Modal, Ini Sederet Peluang Bantuan Pemerintah Yang Bisa Didaftar. Dibuka Mulai 22 Oktober! 

Dari jumlah kasus itu, 94 orang masih dirawat, 498 sembuh dan 40 meninggal dunia. Kemudian untuk kategori suspek covid-19 mencapai angka 2.139 pasien.

Dari jumlah itu, 2.024 orang dinyatakan selesai pantauan, 57 orang masih dirawat dan 58 orang meninggal dunia.

Di sisi lain, jumlah warga yang meninggal dunia total terkait covid-19 hingga hari ini tercatat sudah meroket mencapai 124 orang.

Rinciannya 40 warga meninggal dengan status positif covid-19, 58 warga meninggal dengan status suspek covid-19 dan 26 warga meninggal dalam status probabel.

Baca Juga :  19 DPD Golkar Belum Muscab, Sekjen DPD Golkar Jateng Beri Warning Sampai Akhir Desember Setelah Pilkada!

Atas fakta itu, Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Karanganyar, Juliyatmono dalam beberapa kesempatan selalu mengingatkan agar masyarakat menaati aturan dan menerapkan protokol kesehatan.

Menurut Juliyatmono, berbagai upaya juga terus dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini.

“Kita ingin lebih masif lagi melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan. Masyarakat jangan terlena seoalah tidak terjadi apa-apa, kembali seperti tidak ada corona,” katanya. Wardoyo