JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

18.000 Kartu Tani di Sragen Masih Tertahan, Pemkab Bolehkan Penebusan Pupuk Sementara Dilakukan Cara Manual. Tapi Ini Syarat-Syaratnya!

Sekda Sragen, Tatag Prabawanto saat memimpin pers rilis soal pupuk, Selasa (3/11/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pemkab Sragen menyampaikan hingga kini masih ada 18.000 kartu tani yang belum terdistribusi.

Sebagai solusinya, untuk musim tanam pertama (MT I) saat ini, penebusan boleh dilakukan secara manual bagi mereka yang belum memiliki kartu tani atau sistem penebusan lewat kartu taninya bermasalah.

Hal itu disampaikan Sekda Sragen, Tatag Prabawanto kepada wartawan di ruang rapat Sekda, Selasa (3/11/2020). Ia mengatakan total kartu tani yang diplot untuk Sragen sebanyak 117.000.

Dari jumlah itu, sampai saat ini masih ada 18.000 kartu tani yang belum tersalurkan ke petani dengan berbagai kendala. Karenanya, pihaknya meminta agar petani yang belum memiliki kartu tani, segera mengurus kartu taninya.

Baca Juga :  Rekor Baru, Berikut Daftar 75 Warga Sragen Yang Positif dan Meninggal Dunia Hari Ini. Masaran Meledak dengan 19 Orang Terpapar!

“Sebab nanti mulai 1 Januari 2021, penebusan pupuk bersubsidi secara nasional diwajibkan pakai kartu tani,” paparnya.

Lebih lanjut, Tatag menyampaikan, sebagai solusinya, sementara penebusan pupuk bagi petani yang belum punya kartu bisa dilakukan secara manual.

Temasuk petani pemegang kartu tani yang belum bisa menebus karena kendala sistem di mesin EDC yang ada di penyalur.

Namun, penebusan manual dilakukan dengan tetap memenuhi beberapa persyaratan. Di antaranya mereka harus terdata di E- RDKK dengan membuat surat pernyataan bahwa yang bersangkutan terdaftar sebagai anggota kelompok tani dan masuk di E-RDKK.

Baca Juga :  Terungkap, Korban Bunuh Diri Hari Jumat Keramat di Jembatan Sapen Sragen Diketahui Punya 2 Anak. Berinisial M, Profesi sebagai Petani asal Gabus Ngrampal

Kemudian diketahui dan disetujui oleh KPL atau penyalur, PPL dan BRI. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak BRI, dinas pertanian Jateng, produsen serta distributor terkait problem tersebut dan kebijakan penebusan secara manual itu.

“Kami harapkan maksimal akhir November ini, yang 18.000 kartu tani itu bisa terdistribusi semua. Kami juga terus melakukan sosialisasi kepada poktan melalui PPL agar melakukan perbaikan entry data baik melalui PPL maupun admin masing-masing kecamatan maupun kabupaten,” tandasnya. Wardoyo