JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

FPI Minta Keadilan Hukum dan Desak Polisi Usut Kerumunan Massa saat Gibran Daftar Calon Wali Kota Solo, Polri: Itu Kan Pilkada, Jangan Disamaratakan

Pasangan Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa sah mendaftarkan diri sebagai calon wali kota dan wakil wali kota Solo 2021-2026, Jumat (4/9/2020). Triawati PP
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Front Pembela Islam (FPI) meminta penegak hukum dapat berlaku adil dalam menindak pelanggaran protokol kesehatan yang menimbulkan kerumuman massa. Salah satunya agar juga mengusut kerumunan yang ditimbulkan saat pendaftaran sejumlah calon kepala daerah, termasuk Gibran Rakabuming Raka di Pilkada Solo.

Pernyataan FPI itu disampaikan pengacaranya, Aziz Yanuar, menyikapi pemanggilan terhadap panita penyelenggaraan Maulid Nabi Muhammad SAW dan pernikahan putra Rizieq Shihab di Petamburan beberapa waktu lalu, yang dihadiri ribuan orang. Menurut dia, Rizieq Shihab bakal taat hukum asal ada keadilan.

“Kita minta diproses yang sebelum-sebelumnya, antara lain tidak jaga jarak, penggunaan masker, seperti di Solo yang pengantaran Gibran sebagai calon wali kota,” kata Aziz di Polda Metro Jaya, Rabu (18/11/2020).

Baca Juga :  Jawa Tengah Urutan Kedua Jumlah Kasus Covid-19 Tertinggi

Selain kasus di Solo, Aziz juga memberikan contoh kasus-kasus kerumunan massa lain, seperti yang terjadi saat pendaftaran calon wali kota Surabaya Eri Cahyadi dan Parade Merah Putih oleh Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di Kabupaten Banyumas.

Terkait pernyataan pengacara FPI itu, Polri meminta masyarakat agar tak menyamaratakan kerumunan yang terjadi saat agenda Pilkada di Solo dengan kegiatan yang digelar Rizieq Shihab. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono mengatakan, dua peristiwa itu adalah hal yang berbeda.

“Itu kan urusannya Pilkada, ada siapa pengawasnya (Bawaslu), iya jadi prosesnya kan ada, undang-undangnya kan ada, peraturan kan ada. Jadi kasus demi kasus, jangan disamaratakan,” ujar Awi saat dikonfirmasi, Kamis (19/11/2020).

Siap Taat Hukum

Baca Juga :  Bansos Tunai Dilanjutkan di Tahun 2021, Penerima Akan Divalidasi Ulang. Mensos: Penerimanya Tidak Orang Itu-itu Saja

Sebelumnya, polisi telah memanggil sejumlah pihak terkait gelaran acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan pernikahan putri keempat Rizieq Shihab yang berlangsung di kawasan Petamburan, pada Sabtu (14/11/2020). Acara tersebut dihadiri oleh ribuan orang pendukung Rizieq Shihab dan simpatisan FPI.

Polisi telah memanggil sejumlah pihak untuk dimintai keterangan terkait kerumunan massa di tengah pandemi Covid-19 itu, termasuk Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Selain itu polisi juga berencana memanggil Rizieq Shihab.

Terkait hal itu, Aziz Yanuar mengatakan Rizieq Shihab tidak minta diistimewakan secara hukum dan bakal taat hukum asal ada keadilan. Aziz mengatakan FPI menuntut adanya kesetaraan perlakuan hukum dari kepolisian terhadap kasus-kasus tersebut. “Ketika unsur-unsur keadilan dipenuhi, Habib Rizieq taat hukum,” ujar Aziz.

www.tempo.co