JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kabar Duka Kuliner Sragen, Perintis Warung Bothok Mercon Mbah Wiro Nglombo Tutup Usia. Warung Sementara Ditutup, Semua Anggota Keluarga Diswab

Kondisi warung Bothok Mercon Mbah Wiro Nglombo, Sidoharjo, Sragen masih ditutup, Rabu (11/11/2020). Foto/Wardoyo
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dunia kuliner Sragen berduka. Salah satu legenda perintis kuliner pedas Botok Mercon Mbah Wiro di Nglombo, Desa Tenggak, Sidoharjo, Sragen yakni Tumiyem (74) meninggal dunia.

Tumiyem adalah istri dari Mbah Wiro. Pasutri itu merupakan pelopor yang merintis warung Botok Mercon Mbah Wiro nan melegenda di kalangan penggemar kuliner pedas.

Tumiyem meninggal Senin (9/11/2020) dan dimakamkan dengan protokol covid-19. Kabar yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM , almarhumah meninggal dengan status suspek covid-19.

Sehingga pemakaman dilakukan dengan menerapkan protokol covid-19. Menurut warga sekitar, Mbah Wiro perempuan itu meninggal setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit.

“Iya benar, meninggalnya sudah kemarin Senin. Dimakamkan protokol covid-19,” papar Kades Tenggak, Setyanto, Rabu (11/11/2020).

Baca Juga :  11 Warga Sragen Kembali Terpapar dan 1 Meninggal Dunia Hari Ini. Total Kasus Covid-19 Mencapai 1.335, 940 Sembuh dan 120 Meninggal Dunia

Karena dimakamkan protokol covid-19, atas saran petugas, semua anggota keluarga diminta menjalani swab. Kemudian warung ditutup sementara sambil menunggu hasil swab.

Hingga hari ini, Rabu (11/11/2020) warung legendaris yang dikenal pecinta kuliner berbagai wilayah itu, masih tampak ditutup.

“Nanti sampai menunggu hasil swab. Kalau warungnya sendiri sudah puluhan tahun berdiri Mas,” terang Kades.

Salah satu penggemar Botok Mercon, Heri Sanyoto mengakui jika sosok Mbah Wiro merupakan pelopor kuliner yang hebat.

“Karena botok mercon Mbah Wiro jadi salah satu kuliner iconnya Sragen,” tandasnya.

Kepala DKK Sragen, Hargiyanto menyampaikan bahwa almarhumah merupakan suspek covid-19.

Seperti diketahui, “ Bothok Mercon Mbah Wiro“ yang terletak di jalan raya Gabugan – Sragen di Dukuh Nglombo, Tenggak itu memang menjadi icon kuliner pedas di Bumi Sukowati.

Baca Juga :  Pulang Kondangan Hajatan dari Jakarta, Satu Keluarga Besar di Plupuh Sragen Positif Terpapar Covid-19. Mulai dari Kakek, Anak, Menantu Hingga Semua Cucu Dibedol Untuk Isolasi, Warga Sempat Ketakutan

Warung yang dirintis Mbah Wiro itu berdiri sejak tahun 1980an atau sekitar 30 tahun. Menurut penuturan Mbah Wiro beberapa bulan lalu, warungnya setiap harinya mampu menghabiskan sedikitnya 60 kg ikan patin dan 15 kg daging ayam.

Harga satu porsi dengan nasi dan teh manis ditarif Rp 15.000 namun jika pembeli hanya menbeli botok saja dipatok Rp 8.000 perbungkus baik bothok ayam maupun patin.

Saat mudik lebaran, omzet melonjak hingga menghabiskan ikan patin satu kuintal patin. Wardoyo