JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Legenda Arseto Solo Ricky Yacobi Meninggal Dunia, Ini Sekilas Perjalanan Kariernya: 5 Tahun Bela Timnas, Jadi Pesepakbola Indonesia Pertama yang Berkarier di Klub Jepang

Legenda sepak bola Indonesia, Ricky Yacobi. Foto: wikipedia.org
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

JOGLOSEMARNEWS.COM Sepakbola Indonesia berduka, salah satu pesepakbola legenda Tanah Air, Ricky Yacobi, meninggal dunia pada Sabtu (21/11/2020). Ia diduga mengalami serangan jantung saat bermain sepakbola di Senayan.

Meski sempat dilarikan ke Rumah Sakit Mintoharjo, Jakarta dan mendapat penanganan medis, namun pada akhirnya nyawa Ricky Yacobi tidak tertolong. Ia meninggal di usia 57 tahun.

Ricky Yacobi yang lahir di Medan, Sumatera Utara, pada tanggal 12 Maret 1963, telah memulai karier sepakbolanya sejak remaja.

Tahun 1980, pesepakbola yang terlahir dengan nama Ricky Yacob ini bergabung dengan klub di kota asalnya, PSMS Medan Junior. Ia bahkan sempat membawa klub ini menjuarai Piala Soeratin.

Karier sepakbolanya mulai melesat setelah Ricky Yacobi muda hijrah ke Solo dan bergabung dengan klub Galatama, Arseto Solo. Dari permainannya selama membela klub Arseto Solo, Ricky Yacobi pun dilirik Tim Nasional.

Baca Juga :  Bajo Sang Penantang Gibran Siapkan Jalur Kereta Bawah Tanah dan Jalan Layang di Tengah Kota Jika Menang dalam Pilkada Solo

Bersama Timnas Indonesia, Ricky Yacobi meraih medali emas pertama di SEA Games tahun 1987. Sebelumnya, ia juga sempat membawa Tim Merah Putih ke semifinal Asian Games 1986 yang digelar di Korea Selatan.

Salah satu penampilan Ricky Yacobi yang paling dikenang adalah saat ia mencetak gol ke gawang Uni Emirat Arab di Asian Games 1986. Bola tendangan voli yang ia lesakan dari sisi kiri berhasil menembus gawang UEA tanpa sempat menyentuh tanah.

Namanya yang semakin terkenal akhirnya menarik klub Jepang, Matsushita FC, untuk merekrutnya pada 1988. Ia pun menjadi pesepakbola Indonesia pertama yang mencicipi karier di Negeri Matahari Terbit.

Saat bermain di klub Jepang inilah nama belakangnya yang semula Yacob menjadi Yacobi, karena lidah orang Jepang. Namun nama itulah yang dipakainya hingga akhir.

Ricky Yacobi tidak lama membela klub Jepang karena kesulitan beradaptasi dengan cuaca di negara itu, yang membuat penampilannya di atas lapangan hijau tidak sebaik saat di Tanah Air. Ricky Yacobi kembali ke Indonesia setelah hanya sempat diturunkan dalam empat pertandingan dan menyumbang sebuah gol.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 di Solo Capai 2.123, Wali Kota Rudy: Penyebarannya sudah di Taraf Klaster Keluarga, Jogo Tonggo harus Maksimal Fungsinya

Pulang ke Tanah Air tahun 1989, Ricky Yacobi sempat kembali membela Arseto Solo hingga tahun 1992. Selanjutnya ia bermain untuk klub PS BPD Jateng, sebelum akhirnya memilih pensiun di PSIS Semarang pada 1995.

Usai pensiun sebagai pemain, Ricky Yacobi menjadi pelatih dengan membuka Sekolah Sepakbola (SSB) menggunakan namanya. SSB Ricky Yacobi berlatih di lapangan F kompleks olahraga Senayan, Jakarta Pusat. Muridnya adalah anak-anak berbakat usia 7-12 tahun yang kurang mampu, karena SSB miliknya tidak menarik biaya iuran.

Meninggalnya Ricky Yacobi tidak hanya menjadi kehilangan bagi keluarga, namun juga dunia sepakbola Indonesia karena Ricky Yacobi adalah salah satu legenda pesepakbola di Tanah Air.