JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Makin Mengganas, Kasus Covid-19 Karanganyar Meroket Jadi 1.374 Hari Ini. Jumlah Warga Meninggal Sudah Capai 198 Orang

Ilustrasi positif virus covid-19

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus corona virus atau covid-19 di Karanganyar terus menunjukkan tren peningkatan. Hingga Jumat (27/11/2020) petang ini, jumlah kasus warga covid-19 di Bumi Intanpari sudah meroket mencapai 1.374 kasus.

Tidak hanya itu, jumlah pasien suspek di Karanganyar juga terus menanjak dengan tren warga meninggal juga makin bertambah.

Fakta itu terungkap dari data update covid-19 yang dirilis oleh website resmi Pemkab Karanganyar di laman covid19.karanganyarkab.go.id.

Berdasarkan data terbaru yang dirilis hingga Jumat (27/11/2020) petang, jumlah kasus positif covid-19 sudah mencapai angka 1.374 orang.

Baca Juga :  Perhatian, Kades yang Masih Nunggak PBB Tanah Kas Desa, Diminta Segera Melunasi. Target PBB Tahun Ini Tidak Dinaikkan

Dari jumlah kasus itu, 317 orang masih dirawat, 974 sembuh dan 83 meninggal dunia.

Kemudian untuk kategori suspek covid-19 juga bertambah mencapai angka 2.595 pasien.

Dari jumlah itu, 2.418 orang dinyatakan selesai pantauan, 119 orang masih dirawat dan 58 orang meninggal dunia.

Sementara, hingga hari ini jumlah warga yang meninggal dunia terkait covid-19 tercatat sudah melesat mencapai 198 orang.

Rinciannya 83 warga meninggal dengan status positif covid-19, 58 warga meninggal dengan status suspek covid-19 dan 57 warga meninggal dalam status probabel.

Baca Juga :  Terima SK PNS, 244 CPNS Karanganyar Diancam Langsung Dicoret Jika Ikut Gabung FPI dan Radikalisme!

Atas fakta itu, Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Karanganyar, Juliyatmono dalam beberapa kesempatan selalu mengingatkan agar masyarakat menaati aturan dan menerapkan protokol kesehatan.

Menurut Juliyatmono, berbagai upaya juga terus dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini.

“Kita ingin lebih masif lagi melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan. Masyarakat jangan terlena seolah tidak terjadi apa-apa, kembali seperti tidak ada corona,” katanya. Wardoyo