JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Ogah Pakai Setrum Listrik, Puluhan Petani di Mojogedang Karanganyar Ramai-Ramai Pilih Pakai Omposan dan Gropyokan Tikus

Gropyokan tikus di Munggur, Mojogedang, Karanganyar. Foto/Istimewa
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Puluhan warga dan petani di Desa Munggur Kecamatan Mojogedang melakukan gropyokan atau mencari tikus di area pertanian mereka, Minggu (15/11/2020).

Gropyokan tikus ini untuk mengurangi persebaran tikus yang kerap kali merusak tanaman padi. Gropyokan tikus ini dilakukan secara bersama-sama sehingga lebih efektif.

Pantauan di lapangan, para petani beramai-ramai membawa tongkat kayu untuk memukul tikus-tikus berhamburan keluar setelah lubang rumahnya disembur air dari selang pompa. Ratusan tikus berhasil ditangkap dan dimusnahan.

Baca Juga :  Awas, Mitos Siklus Longsor Tiap Sewindu di Desa Gerdu Karanganyar. Semua Warga Dalam Posisi Siaga, 15 Sirine Jadi Penanda!

Kepala Desa Munggur, Supar kepada sejumlah wartawan menyampaikan, hama tikus memang sangat banyak di Desa Munggur dan menyerang ratusan hektar lahan pertanian milik warga.

Bahkan pada musim tanam ketiga lalu, hasil panen warga berkurang hingga 30 persen dan ini menyebabkan para petani mengalami kerugian yang cukup besar.

Menurut Supar, gropyokan tikus dilakukan agar serangan hama tikus dapat dikendalikan saat memasuki musim tanam.

Untuk itu, perlu melakukan gerakan masal pembersihan lahan dan pengasapan lubang-lubang tikus sebelum musim tanam.

Baca Juga :  Ciptakan Batik Zaman Kerajaan Mataram, Desa Girilayu Karanganyar Resmi Diluncurkan Jadi Desa Wisata Batik Kuno dan Antik

“Hama tikus ini sangat merugikan mas. Makanya kami melakukan gropyokan tikus secara bersama-sama . Karena kalau dilakukan sendiri-sendiri tidak efektif,” ujarnya.

Dijelaskannya, ada tiga teknik gropyokan tikus yang dilakukan, yakni dengan cara manual dengan cara pengasapan dan dengan cara omposan. Cara omposan ini dengan memasukkan cairan ke dalam lubang tikus.

“Kami tidak melakukan dengan menggunakan listrik. Karena sangat berbahaya. Kami melakukan dengan cara manual dan hasilnya juga cukup banyak,” jelasnya. Wardoyo