JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Takut Tertular Covid-19, Sejumlah Guru di Karanganyar Terpaksa Hentikan Home Visit ke Rumah Siswa

Mahasiswi KKN UIN Walisongo saat mendampingi belajar daring siswa di Desa Bulurejo, Jenawi. Foto/Humas
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

 

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sejumlah guru di Karanganyar memutuskan menghentikan home visit ke rumah siswa karena takut tertular covid-19. Meski demikian, dinas memastikan proses pembelajaran di tengah pandemi Covid-19 ini tetap berjalan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karanganyar, Tarsa mengatakan sejumlah guru memang menghentikan kegiatan home visit karena khawatir terkena dampak penyebaran Covid-19.

Ia menyebut untuk daerah rawan, pihaknya menghentikan sementara waktu kegiatan home visit. Sedangkan wilayah yang masih aman, tetap dilanjutkan.

“Untuk lingkungan yang terdampak Covid-19 kita hentikan,” paparnya.

Baca Juga :  Diawali Suara Gemuruh, Bencana Longsor Luluhlantakkan 2 Rumah Warga di Desa Berjo Ngargoyoso Karanganyar. Jalur menuju Telaga Madirda Sempat Macet Tertimbun Longsoran

Menurutnya, home visit tetap diterapkan karena hanya berhubungan dengan peserta didik dengan menerapkan seluruh protokol kesehatan.

“Home visit kan tidak skala besar dan tidak setiap hari dilakukan. Fokus utama proses pembelajaran di tengah pandemi Covid-19 ini tetap dengan pembelajaran jarak jauh melalui online serta siaran radio,” urainya.

Dikatakan Tarsa, dalam proses pembelajaran melalui online ini, dituntut kreativitas para guru. Sehingga peserta didik juga tidak mengalami kejenuhan.

“Guru harus kreatif. Sama halnya dengan pembelajaran dengan tatap muka, maka guru memiliki metode sendiri dalam menyampaikan materi agar mudah diterima peserta didik,” jelasnya.

Baca Juga :  Kabar Baik, Sragen Siap Geber Sekolah Tatap Muka Mulai Awal Januari 2021. Kadisdik Sebut Berlaku Mulai PAUD Hingga SD Dulu, Orangtua Sambut Baik Tapi...

Senada, anggota DPRD Komisi D DPRD Karanganyar, Endang Muryani menegaskan home visit masih perlu dilanjutkan.

Karena secara tidak langsung akan memberikan semangat balajar bagi anak didik.

“Pelaksanaan kegiatan home visit tentu saja dengan penerapan protokol kesehatan dengan ketat. Mulai dair pemeriksaan suhu tubuh bagi guru yang datang dan siswa yang terlibat dalam kegiatan tersebut menggunakan masker, serta mengatur jarak,” tandasnya. Wardoyo