JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

3 Kali Libur Panjang Picu Lonjakan Kasus Covid-19, Pemerintah Kini Godog Aturan Perjalanan Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito. Foto: Dok BPNB/M Arfari Dwiatmodjo

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Tiga kali libur panjang selama masa pandemi Covid-19, ternyata selalu diiringi dengan lonjakan jumlah kasus positif Covid-19.

Belajar dari fakta tersebut, maka dalam menghadapi libur panjang akhir tahun, pemerintah tak mau kecolongan.

Menurut juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, pemerintah tengah menyusun kebijakan terkait dengan perjalanan pada saat libur Hari Raya Natal dan Tahun Baru.

Langkah tersebut diambil untuk menekan angka penyebaran kasus Covid-19.

“Kebijakan yang saat ini sedang dibahas, meliputi persyaratan berupa testing yang harus dilakukan oleh pelaku perjalanan dalam rangka screening,” kata Wiku dalam konferensi pers daring, Kamis (17/12/2020).

Baca Juga :  Operasi Pencarian Korban Kecelakaan Sriwijaya Air SJ182 Resmi Dihentikan. Diakhiri Usai Berjalan 13 Hari, Pencarian Kotak Hitam CVR Tetap Dilanjutkan

Wiku mengatakan bahwa kebijakan yang akan diambil juga merupakan bentuk antisipasi dan pencegahan terhadap peningkatan penularan yang terjadi.

Apalagi dari data Satgas Penanganan Covid-19, libur panjang kerap memicu kenaikan jumlah penderita Covid-19.

Selama masa pandemi saja, ada tiga liburan panjang yang sudah dijalani, yakni Libur Hari Raya Idul Fitri, Libur Hari Raya Kemerdekaan pada Agustus, dan libur panjang 28 Oktober 2020 hingga 1 November 2020 lalu.

Baca Juga :  Operasi Pencarian Korban Sriwijaya Air SJ182 Dihentikan Usai 13 Hari, Apa Saja Hasilnya?

Wiku pernah mengatakan semua libur panjang itu menimbulkan kenaikan kasus pada 10-14 hari kemudian. Bahkan bisa bertahan 1-2 minggu selanjutnya. Kenaikan kasusnya bisa 50 sampai lebih dari 100 persen.

Atas dasar itu, Wiku Adisasmito menghimbau agar masyarakat dapat mematuhi kebijakan yang akan dibuat.

“Saya meminta masyarakat untuk mematuhi seluruh persyaratan dan peraturan terkait perjalanan di tengah pandemi sehingga penularan bisa betul-betul dapat dicegah,” kata Wiku.

www.tempo.co