JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Awas, Tekan Inflasi Jelang Natal Tahun Baru, Pemkab Karanganyar Akan Gencarkan Pemeriksaan Bahan Pokok di Gudang-Gudang Penyimpanan. Sekda Sebut Pandemi Beri Tekanan Hebat Bagi Perekonomian!

Sekda Sutarno saat memberikan sambutan. Foto/Humas
PPDB
PPDB
PPDB

Sekda Sutarno saat memberikan sambutan. Foto/Humas

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM– Menjelang natal dan tahun baru, Pemkab Karanganyar mengumpulkan segenap pimpinan organisasi perangkat daerah, Forkopimcam dan Forkopimda Kabupaten Karanganyar serta perwakilan dari Bank Indonesia.

Mereka dikumpulkan untuk mengikuti rakor dan sosialisasi TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Karanganyar, Senin (14/12/2020).

Rakor tersebut dilaksanakan guna menentukan langkah yang akan diambil dalam pengendalian inflasi daerah.

Diantaranya dengan rutin menggencarkan melakukan pemeriksaan bahan pokok di gudang –gudang penyimpanan menjelang Natal dan Tahun Baru.

Pemkab juga harus memastikan kelancaran transportasi didalam maupun antar daerah sehingga tidak terjadi kendala. Serta menjaga distribusi barang dan jasa sehingga ketersediannya berlangsung stabil.

Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar, Sutarno dalam sambutannya menyampaikan perlu dilaksanakan sosialisasi dan sinkronisasi kebijakan pengendalian inflasi untuk mencapai sasaran inflasi yang ditetapkan pemerintah.

Ditambahkan Sekda, jika pandemi Covid-19 memang telah memberikan tekanan hebat terhadap perekonomian. Baik dari sisi penawaran maupun permintaan yang berakibat pada seluruh kegiatan masyarakat di Karanganyar.

“Untuk itu Pemerintah Daerah Kabupaten Karanganyar telah membuat point-point penting sebagai upaya pencegahannya,” katanya.

Kebijakan tersebut tidak hanya berfokus pada upaya pengendalian harga saja. Namun menurutnya juga harus memastikan terjadinya daya beli masyarakat.

Kemudian memperkuat kebijakan pemerintah pusat dengan mempercepat realisasi APBD dan menerapkan belanja pada produk dalam negeri maupun membangun optimisme pemulihan ekonomi. Wardoyo